Friday, January 12, 2018

# START UP LIFE

Mereka Bilang, Kerjaan Saya Ini Khayalan dan Nggak Jelas


"Lo kerja di mana sih? Jadi wartawan? Terus, nama koran atau majalahnya apa?"

"Hah, kerja online? Maksudnya gimana? Lah kalo gitu, duitnya darimana?"

Assalamualaikum, netizen...

Yihaaa, akhirnya saya punya nyali lagi buat nulis soal keresahan sehari-hari. Bukan, bukannya sebelumnya nggak berani, cuma emang takut dibilang "omong kosong" aja kalau nulis keresahan, tapi orang lain nggak mudeng maksudnya. Hehe.

Btw, judulnya agak serem nggak sih? Ada kata "khayalan" yang seolah-olah itu berhubungan sama alam ghaib atau alien di suatu planet. Eits, bukan. Faktanya emang beneran, pernah ada yang bilang kalau kerjaan yang lagi saya jalani ini cuma ngarang dan berkhayal. Cedih, tapi ya mau gimana lagi. Ya nggak?

Bicara soal kerjaan yang sebagian besar waktunya dihadapkan pada Google Analytics dan laptop, emang nggak semua orang bisa "menerimanya" dengan semerta-merta. Ada yang nggak bisa ngerti bahwa hal semacam ini pun bisa menghasilkan uang, teman bahkan pacar. Misalnya, Tinder. Oke, lupakan.

Bahkan, saya pernah ditanya sama seseorang soal "kamu kerja di mana, gajinya berapa?" belum lama ini. Seketika saya jawab, 

"Saya kerja di majalah, jadi penulis"

I think, jawaban ini bisa menyudahi obrolan ini. Tapiiiiiiii,

"Lho, majalah? Majalah apa? Nova, Femina atau apa?"

"Hehehe, bukan, majalah online, majalah yang nggak ada cetakannya..."

"Eh gimana maksudnya? Kok gitu? Jadi majalahnya gimana kalau nggak dicetak?"

"Ennnnnggggggggggg..."

Terlepas dari obrolan yang bisa panjang banget kalau saya tuliskan di sini, hal semacam ini lama-lama ternyata bikin jengah juga. Rasanya pengen bilang, 

"Hellaaaaaaaaaw, sekarang udah ada ayam geprek mozarella lhoooooo, bukan cuma yang ditumbuk pake cabe sama bawang putih. Zaman udah berkembang, Sob!"

Hehehe, nggak marah kok nggak. Lagipula, unik ya kalau di luaran sana udah banyak banget orang-orang hebat dengan latar belakang pekerjaan "nggak jelas" tapi nyatanya hidupnya adem-ayem. Lihat aja Arief Muhammad, Rachel Goddard atau kawan-kawannya yang super duper kece walau nggak kerja pakai seragam.

"Yaiyalah, Sil. Kerja itu ya datang pagi pulang sore, pakai seragam, sepatu pantofel plus nenteng tas kulit keren ke mana-mana!"

I totally agree with that... beberapa tahun yang lalu.

Sekarang, saya mikir malah sebaliknya. Banyak orang yang sejak lama mendambakan kerja tanpa terikat dan seragam ketat, tapi tetap bisa mengisi rekening tiap bulannya. Banyak pula yang memimpikan, bisa beli mobil atau rumah, padahal kerjaannya cuma foto-foto atau jalan-jalan. See? Siapa yang nggak pengen?

Tapi, kalau hal satu ini dikaitkan sama kalimat,

"Lho, berarti ntar lo nggak punya portofolio dong kalau kerjanya cuma gitu doang?"

Hehe, tak ngguyu sek oleh, ra?

Portofolio sih setahu saya bukan hal formal yang harus disiapkan sedari lama. Kita nggak bakal tahu tren seperti apa yang sedang perusahaan atau pihak HRD cari, misalnya di era digital ini. Lagipula, kalau kita kerja di industri kreatif dan sudah berpengalaman, siapa sih yang nggak tertarik buat rekrut kita? Poinnya, ide-ide kita-lah yang akan dipakai karena ini tolok ukur, SEBERAPA BERHARGANYA KITA.

Saya nggak bilang kalau kerjaan saya sekarang itu paling keren lho, ya. Saya hanya ingin secara simpel meluruskan, bahwa semua pekerjaan (khususnya di zaman sekarang) itu bermacam-macam. STOP bilang kalau, "kerjaan lo kan nggak jelas!" sama orang yang udah nyaman sama kehidupannya sekarang.

Toh, saya sudah mulai menikmati pekerjaan "nggak jelas" saya sekarang. Banyak orang-orang dengan pikiran positif (walau banyak joroknya) dan inovatif di tempat saya bernaung sekarang. Meski mungkin gajinya nggak fantastis, yang penting saya nyaman dan merasa aman. 

Bahkan, saya nggak dimarahi ketika ke kantor hanya pakai sendal jepit dan celana tidur, lalu langsung makan siang sambil ketawa terbahak-bahak.

Akhir kata, saya cuma mau menyampaikan, maaf-maaf kalau tulisannya terlalu singkat dan terkesan membabi buta, ya. Tujuannya sih supaya beban ini sedikit berkurang, karena tahu sendiri dong pikiran udah mulai "bunek" di pertengahan bulan? Hehehe, emak-emak pasti paham nih soal ini.

Caiyoooooo buat teman-teman yang pernah ditanya soal gaweannya apa tapi bingung jawabnya gimana!!! Semoga kelak, kita bisa membuktikan bahwa dunia ini luas, sehingga terlalu naif kalau hanya diisi orang-orang penuh penilaian.

Wassalam :)

10 comments:

  1. Cikkkkkk, setelah baca ini pengen rasanya tak forward ke grup WA keluarga biar the budhes paham sebenernya aku kerja di mana :')))

    ReplyDelete
  2. been there !
    Orang : kerja di mana ?
    Aku : di website
    O : apa itu ?
    A : internet
    O : oooh kerja di warnet, ya gapapa malah bisa internetan terus *pasangmukaiba
    A : what the
    mampir di blogku juga kak http://www.temanmain.com/

    ReplyDelete
  3. That's what I'm feeling now. Hiks. Agak sedih rasanya kalo ditanya kerja dimana dan aku jawabnya di rumah. Dikira aku di rumah gak ngapa2in. Padahal walaupun cuma di rumah, aku dapet gaji �� terkadang ibu juga pengennya aku kerja kantoran. Hmm, as a fresh graduate yang udah dapet kerja walaupun di rumah kan udah one step forward juga.
    Duh jadi curhat haha

    eriaekaw.blogspot.com

    ReplyDelete
  4. Salam kenal Mbak Eria :) Same to me, Mbak. Tapi, makin ke sini makin banyak orang yang justru seneng kerjaan begini, anteng di rumah tapi dapet duit. hehe

    ReplyDelete
  5. Sik tak ngguyu sik, masih ada to orang yg bilang "kerja itu ya pake seragam"??? Horasah digubris mb. Yang penting kita yang ngejalanin seneng dan nyaman, tidak merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  6. Mbak silvia matursuwon bocoran artikel yang bakal booming di hipwee. Saya baru kenal hipwee dan baru kenal dunia blogging yang katanya bisa dapet earning tiap bulan. Hehe. Dan saya sampai trak ke blog pribadi mbak. Dan tepat, mungkin ini keresahan bersama bagi orang" kerja di dunia IM. Yang seakan tidak punya status sosial. Hehehe. Padahal, pekerjaan ini yang paling asyik. Yang terpenting terus berkarya ya mbak. Beri manfaat untuk orang lain. Dan semoga saya bisa mengikuti titian karir jadi seorang blogger, publisher dan ilmu IM lain. Mantapss.

    Boleh komen blog rame" saya dong mbak sama temen" di situs :

    www.kalem.id

    Minta masukan dan arahannya, eh salam kenal mbak. Hehehe

    ReplyDelete
  7. Emnk bnyk yg ngerti tentang kerjaan online gitu mba. Ngakak bacanya plus prihatin.

    Tapi klo di kota2 besar dan umur 30 an kebawah kayaknya sdh gak asing juga.

    ReplyDelete