Monday, November 6, 2017

Tak Selalu, Kami Berdandan Hanya Demi Menyita Perhatianmu


"Berdandan bagai candu. Jika tak bersua sehari saja, rasanya sungguh rindu."

Hai, dandan lovers!

Semoga kalimat pembuka tadi nggak langsung menohok dan bikin syok, ya... Saya lagi pengen aja nih bikin tulisan yang agak-agak centil tapi dikemas sedemikian rupa supaya nggak ngetarani banget. Hahaha!

Jadi gini...

Ada anggapan bahwa fenomena make-up di era modern ini semakin aneh saja. Bahkan ada cowok yang nyeletuk, "Bedanya foundation sama BB cream tuh apaan sih? Bukannya sama aja? Dasar kalian para cewek boros!". Tanpa mereka tahu, kalau itu jelas beda fungsi dan kandungannya.

Anyway, hal ini lumrah dan pasti sering banget cewek-cewek alami. Belum lagi, anggapan kalau doyan dandan itu berarti centil dan haus perhatian dari lawan jenis. Lho, siapa nih yang mulai beranggapan begini? Hayooo...

Faktanya nggak begini sih sebenarnya. Saya, atau kalian para cewek yang suka banget pas lihat diri sendiri di kaca sambil bilang dalam hati, "Ih, bulu mata gue cakep banget, ya. Cucox nih maskara!" atau "Swear deh, ini lipstik matte oke banget, buat makan aja nggak ilang!" pasti menyadari kalau tujuan dandan nggak melulu buat narik perhatian si abang. Ya nggak?

Harusnya para cowok juga jangan GR dulu sih, kalau kita beli lipstik nude terbaru itu cuma karena pengen dapat pujian. Rasanya memang susah dijelasin, ya lebih ke "nafsu" aja sama lipstik-lipstik pastel atau nude yang notabene cocok buat kulit sawo bosok, eh sawo matang khas Indonesia.

Lagi, kalau kita tahu-tahu pakai eyeliner dan agak berekor, ini semua hanya demi menyamarkan mata sipit yang sering jadi olok-olokan. 'Kan seneng tuh kalau dalam sekejap tampilan mata bisa belo mirip Ayudia Bing Slamet tanpa operasi. So, ya murni karena ini aja tujuannya.

Yang jelas, alasan kami membawa kaca kecil ke mana-mana ya juga karena ini. Karena kami bangga kalau lipstik yang dibeli dengan cara rebutan diskonan ini ternyata nggak hilang pas dipakai makan dan minum. Nggak jarang, adalah sebuah prestasi tersendiri kalau hidung kami yang minimalis ini menjadi lebih manusiawi berkat trik shading. Simpel 'kan, Mas? Yaiya, simpel banget!

Karena saya pribadi pun berpikir, bahwa perempuan memang ditakdirkan untuk menjadi sosok yang rumit. Ia mudah sekali memaafkan, tapi sangat sulit untuk menerima keadaan.

Keadaan di sini ya termasuk keadaan fisik dan mental. Bisa jadi, ditegur sedikit soal berat badan atau bekas jerawat pun merupakan mimpi buruk yang berlangsung berbulan-bulan. Nggak gampang, karena kami adalah generasi baperan!

Untuk itu, berdandan adalah salah satu cara paling murah dan mudah yang bisa dilakukan. Selain karena sama sekali nggak merepotkan orang lain, dandan menjadi ritual yang ideal dalam rangka self acceptance.

"Belum lagi, pergi ke kondangan dan bergandengan tangan denganmu, dandanan yang ayu adalah kunci supaya orang lain nggak menganggap remeh dirimu, Mas!"

Karena kami sebagai kaum hawa juga rajin memahamimu soal keterlambatan balas chat, please cukup mengerti keinginan kami yang cukup sederhana ini, yakni berdandan tanpa ada ejekan yang menyakitkan hati. 

Gitu ya, Mas? Mmmuah!

4 comments:

  1. Sukak nih sama penekanan "cowok jangan geer dulu" hihihi... Kita juga dandan demi menghargai diri sendiri loh. Bukan melulu demi meraih perhatian kaum adam saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Abisnya mereka emang sukanya GR duluan sih. Haha.

      Delete
  2. ha, ha, aku mah dandannya ala kadarnay kecuali kalau kondangan tp sebel juga ya sama cowok yg berpikiran spt itu ya

    ReplyDelete
  3. setujuuuu.. karna sudah kodrat wanita yang suka dengan keindahan, jadilah kita suka dandan :3 hehehee

    ReplyDelete