Tuesday, May 16, 2017

# cinta # couple

Galau Seputar Pertanyaan, 'Saya Ini Bongsor atau Gendut Sih?'

Samlekum...

Samlekum...

Eh, Assalamu'alaikum.... :)

Saya yakin sudah pada kangen berat karena cukup lama nggak nulis. Maklum, saya belakangan hari sibuk mendamaikan Bala Jaer dan Bala Salmon di Ibu Kota. Huvt. #DitoyorAirAki #PenggosipTidakBermoral

Oke baiklah kita lanjut...


Kali ini saya ingin sedikit me-refresh pikiran dengan tulisan ringan namun tetap ada faedahnya. Saya yakin, para perempuan di sini banyak yang suka bingung dan insecure terhadap perubahan berat badan. Ya nggak? Iyain aja.

Bukan cuma itu, masih ada pekerjaan rumah lain berupa cara membedakan bongsor dan gendut. Sekilas sih ini sama aja, ya. Tapi nyatanya, (banyak yang bilang) beda jauh, lho...

Banyak perempuan yang bisa nyengir kuda saat dibilang 'kamu kok bongsor sekarang' daripada 'lho, gendutan, ya?'. Benar saja, kata 'gendut' itu ibarat bumerang yang siap meledak kapan saja dan di mana saja. Syerem cuy!

Bongsor itu identik dengan bentuk badan yang besar, berisi dan tinggi badan yang ideal. Ini biasanya didapatkan dari keturunan, baik dari orangtua ataupun buyut-buyutnya.

Menurut abang-abang tukang ojek dan supir truk antar kota, bongsor sendiri bisa disamakan dengan istilah semok alias seksi dan montok. Bisa dibayangkan, udah seksi, montok lagi. "Huhah, istri idaman banget!", abang supir truk said.

Nah, kalau gendut... Gendut itu apa sih sebenarnya? Apakah berdosa jika memiliki badan besar dengan lengan bergelambir mirip gorden kelurahan? Apakah salah, jika memiliki ukuran pinggang segede baskom Ibu RT?

Bukan soal salah benarnya, gendut itu cuma istilah yang terlanjur melekat di masyarakat dan berkonotasi negatif. Buktinya banyak kok yang punya badan gendut tapi masih cantik dan disayang pasangannya. Apalagi, ada juga perempuan gendut yang pede-pede aja melenggang jadi super model tingkat dunia.

Ini semua hanya soal sudut pandang masing-masing orang. Ketika ada yang bilang bahwa memiliki badan bongsor itu jauh lebih baik daripada gendut, itu sangat subyektif. Tinggal bagaimana si pemilik badan 'besar' ini menyikapi bentuk tubuhnya sebaik mungkin. Kurangi minder dan selo aja mungkin bisa jadi alternatif jitu.

Terima kenyataan juga bahwa bongsor dan gendut itu sebenarnya hampir mirip dan berada dalam satu underline, yakni BESAR.

Semoga besar di sini berarti positif, ya. Besar hatinya, besar rezekinya dan besar pula buah pepaya di belakang rumahnya. Amin!

PS: Tulisan ini saya hasilkan dalam waktu kurang dari 1 jam. Jika ada kekeliruan atau terlalu ngaco, mohon dimaafkan. Yang jelas, jangan pernah minder punya badan besar! 

No comments:

Post a Comment