Wednesday, January 11, 2017

# cinta # couple

Pertemanan Ideal di Usia 25



Kali ini saya agak sedikit move-on dari pembahasan seputar jodoh and all about absurd things, lalu kepikiran buat nulis tema persahabatan. Apa sih yang terlintas di benak kalian kalau mendengar kata sahabat, sohib, atau besties

Mungkin akan berbeda persepsi setelah kita memasuki usia dua puluh lima; usia yang katanya semakin banyak undangan nikah berdatangan. Ada yang bilang kalau, 'ya yang penting dia selalu ada lah saat dibutuhin', atau 'yang penting sahabatku ini nggak suka ngomong jelek di belakang!'.

Nah, kalau versi saya, teman yang sebenarnya kalian butuhkan ketika masuk usia dua puluh lima adalah yang seperti ini: (Jangan sepenuhnya percaya, karena saya bukan ahli psikologi atau pernah jadi HRD yang tahu kepribadian orang :v)

Gaul menurut versinya bukan pakai kaca mata hitam atau celana pensil, tapi peningkatan karir dan jumlah tabungan yang stabil

Teman dengan tipe seperti ini layak kamu jadikan role model karena berarti, masa mudanya nggak dimanfaatkan untuk leha-leha. 
Saat yang lain rutin nongkrong sambil suit-suitin mas-mas bule cakep, orang 'gaul' satu ini malah sibuk berinovasi buat masa depan dan dirinya sendiri.
Sosok ini anti bersikap alay di media sosial. Baginya, kehidupan maya dan nyata itu porsinya harus pas
"Liat deh, follower gue nambah semenjak posting foto pelukan bareng yayang gue kemarin. Keren 'kan?"
Oh my God, what the fu... yung hai!

Sebagai orang dewasa, dia pun makin selektif memilih pasangan hidup. Bukan, 'asal ganteng dan bermobil, genit nggak apa-apa deh!...'

Seharusnya kamu pun mulai berpikiran semacam ini ketika masuk usia 25. Let's say, pacar yang kamu butuhkan di usia yang lagi krusial-krusialnya ini adalah, dia yang punya tujuan jelas tentang jalan hidup dan masa depannya.

Setiap kali bertemu, obrolan kalian juga berkembang. Nggosip boleh, stuck di satu obrolan jangan!
"Gimana kerjaan lo kemarin?" 
"Baik, lo gimana?" 
"Baik juga nih..."  
Lalu, obrolan berakhir dan sibuk selfie atau main COC sendiri-sendiri.

Kurang lebih begitu sih standart pertemanan di usia 25 yang seharusnya kamu punya. Hitung-hitung mempersiapkan masa tuamu yang belum tahu bagaimana, kenapa nggak dicoba?
Karena orang dewasa bukan cuma butuh gaji bulanan untuk memenuhi kebutuhan, tapi juga motivasi dan insight positif dari sosok bernama, 'teman'. 
Coba tendang, eh colek temanmu, sudahkah dia punya kepribadian seperti ini?

No comments:

Post a Comment