Tuesday, December 13, 2016

# curhat # drama

[DRAMA REVIEW] Rela Begadang 2 Hari Berturut-turut Demi Nonton Serial Shopping King Louie



Biasanya nggak begitu suka nonton serial Dra-Kor. Tapi kok kali ini sampai tergila-gila, ya! Aaaakkkkkkkkkkkk...
Sebelum nulis ini, Saya yakin 100% kalau musim hujan akhir-akhir ini memang bikin tingkat ke-mager-an meningkat pesat. Bukan karena apa-apa, mau keluar aja udah males mikirin 'ini kalau sepatuku basah gimana?' 'ini kalau bedakku luntur di jalan gimana?' dan ini-itu lainnya yang bikin sebagian besar dari kita memilih stay di rumah, khususnya buat kite-kite pengendara setia sepeda motor. Huhu.

Nah, dari situlah Saya memutuskan untuk mencari referensi film yang sekiranya bisa untuk teman hidup, eh teman mager. And thank God, teman sekantor yang cerewetnya ngalahin Feni Rose, Tira, merekomendasikan Shopping King Louie sebagai serial Dra-Kor yang katanya kudu banget Saya tonton. Btw, yang penasaran sama cerewetnya Tira, bisa ya kenalan lebih dekat di sini. :)

Langsung aja, ini dia short review Shopping King Louie!

1. Opening



Awalnya, Saya kesel karena opening-nya agak sedikit flat dengan mengambil setting di sebuah kastil dan diperankan oleh seorang pangeran tampan namun manja, seperti Dra-Kor pada umumnya. Tapi lama-lama, semakin kita mendalami setiap adegannya serta dialog antar tokoh, opening-nya ASELI PETJAH ABIZSZST!

Kalian harus lihat saat Ji-Sung a.k.a Louie yang diperankan Seo In Guk berakting manja dengan pengawal setianya, Pak Kim (Uhm Hyo Sup). Lucu banget!

2. Alur cerita

Menurut saya, semakin susah alur sebuah film untuk ditebak, berarti semakin bagus jalan ceritanya. Ya, ini yang Saya rasakan ketika masuk ke episode 2 sampai 6 serial Shopping King Louie. Selain bingung karena Louie yang hidup kembali setelah kecelakaan mobil, keberadaan Bok Nam (adik tokoh utama Bok Sil yang diperankan Nam Ji Hyun) yang hilang di Seoul pun semakin susah ditebak karena bentukan alur serial ini maju-mundur.

Keadaan Louie yang gegar otak juga menjadikan jalan ceritanya semakin seru untuk diikuti karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan pemeran utama wanitanya, Bok Sil.

Pengemasan cerita kalau adik Bok Sil, Bok Nam, yang semula dinyatakan meninggal padahal masih hidup pun menjadi kejutan tersendiri di serial yang terdiri dari 16 episode ini. Penonton dibuat nggak nyangka, jika ternyata yang tewas dalam kecelakaan mobil bukanlah Louie atau Bok Nam, melainkan preman Seoul yang menggawangi perampokan mobil Louie (lih. episode 2).

Tapi nilai plus-nya, setiap alur yang dibentuk mengajak penonton untuk aktif berpikir dan menebak-nebak, 'kira-kira setelah ini bakal terjadi apa lagi, ya?'. Saya gini juga soalnya :)))

3. Pemilihan setting; tempat dan waktu



Saya bisa bilang bahwa pemilihan lokasi shooting serial satu ini pas banget. Bermula dari kastil mewah yang menjadi tempat tinggal Louie, lalu berubah drastis menjadi kontrakan kecil di loteng rumah milik seorang janda satu anak yang akhirnya menjadi tetangga sekaligus 'budhe ketemu gede' untuk Bok Sil dan Louie.
Keberadaan anak tangga yang banyak untuk akses menuju kontrakan juga menjadi pelengkap nan apik karena menjadi saksi bisu keromantisan antara Bok Sil dan Louie. Ah, kalian harus nonton part saat Louie mencium Bok Sil di tangga ini!
Setting utama lainnya seperti di perusahaan milik nenek Luoie pun sempurna karena didesain apik sesuai kultur-kultur perusahaan zaman sekarang.

4. Pemilihan tokoh dan karakter

Overall, pemilihan tokoh dan karakter di serial ini cukup unik dan bikin penonton merasa gemas, walau awalnya dibikin kesel. Nggak cuma tokoh Louie atau Bok Sil saja yang cute-nya overdosis, pemeran direktur Cha (Yoon Sang Hyun) pun berhasil memikat karena kharismatik dan cara berdehemnya yang lucu. 


Ini nih Pak Cha!
Belum lagi pemeran tambahan seperti Hyung dan Ibunya yang berhasil membuat setiap adegan di rumah kontrakan menjadi lebih berwarna. Atau, akting Nona Jung Ran dan pengawal Louie (Pak Kim) yang juga nggak kalah kocaknya. 

5. Ending

Saya sangat menyayangkan bahwa bagian ending dari serial ini terkesan 'memaksa' dan tanggung. Dalam adegan saat Louie menunjukkan video bahwa kedua orang tua Bok Sil yang telah meninggal ternyata pernah memiliki hubungan dengan perusahaan Goldline milik nenek Louie, yakni sebagai pemenang salah satu event yang pernah diselenggarakan perusahaan. Ini maksa sih, karena terlihat setting-an dan pengaturan cerita yang buru-buru.

Ditambah lagi, saat video tadi juga menunjukkan bahwa Louie dan Bok Sil sudah mengenal sejak kecil karena suatu insiden tak terduga, dan ini berhasil terekam kamera. Duh, ini sih yang paling maksa. Meski happy ending, tapi tetap saja Saya nggak terlalu menikmati di bagian ending ini.

Coba kalau ending-nya Louie dan Bok Sil menikah atau bertunangan saja, pasti lebih masuk akal dan natural. Eh, yang nikah malah pengawal Louie dan asisten pribadi Nenek Louie, Nona Jung Ran. Hahahahahaha! 

6. Lain-lain (bingung mau review sebelah mananya lagi. hehehehe...)

Dari mulai opening sampai episode pertengahan, menonton serial satu ini memang harus fokus karena kehilangan 1 part saja, kamu akan kehilangan momen-momen berharga. 

Soundtrack di setiap bagian serial ini juga langsung Saya download beberapa karena memang sweet dan adem banget buat didengerin. Haha, apasih!
WARNING! Serial ini nggak cocok ditonton bareng cowokmu yang nggak suka Dra-Kor. Kalian bisa berantem karena alur ceritanya lebih pas buat dinikmatin cewek saja. (Saya mengalami sendiri) #curhat #TapiAlhamdulilahSekarangUdahBaikan #thankGod
Well, itu sih review singkat dari serial Shopping King Louie yang bisa saya rangkum. Intinya, serial satu ini nggak menye-menye seperti pandangan kebanyakan orang tentang Drama Korea, kok. Ada banyak juga sisi komedi dan pesan moral yang bisa diambil dari sini. Buat kalian yang nggak suka Dra-Kor pun dijamin nggak BT deh pas nonton serial ini! 

Happy watching dan salam mager! <3

No comments:

Post a Comment