Monday, November 21, 2016

# cinta # couple

Unlimited Support; Sebaik-baiknya Pembelajaran Dalam Menjalani Sebuah Hubungan


Sesederhana mengucapkan , 'selamat pagi Sayang... semangat dan jangan lupa berdo'a ya buat hari ini', itu pertanda bahwa kamu dan dia selevel lebih tinggi dari sekadar status berpacaran.
Menjalin hubungan dengan seseorang itu jauh dari kata mudah. Perbedaan karakter, latar belakang bahkan hobi adalah satu dari banyak hal yang bisa menjadi sebuah halangan. Logikanya, kamu butuh waktu yang panjang untuk bisa beradaptasi, karena ini erat kaitannya dengan urusan hati.

Atau begini, kamu yang semula nyaman hidup sendiri dan melakukan apa-apa sendiri, kini harus rela berkorban serta berbagi. Memangnya mudah? Tentu tidak. Tapi, ini berlaku untukmu yang tengah serius menjalani sebuah hubungan, bukan sekadar sarana pemenuhan bio di Facebook atau Instagram.
Unlimited support atau dukungan yang tak terbatas adalah kunci, jika hubunganmu dan dia mau bertahan sampai nanti.
Di sini, Saya nggak mau banyak bicara soal percintaan karena profesi Saya cuma pedagang online kecil-kecilan, bukan pakar atau psikolog hubungan. Saya hanya berkaca pada berbagai macam pengalaman yang didapat, entah dari keluarga, teman atau kerabat dekat.

Hebatnya, dukungan penuh yang diberikan kepada orang-orang terkasih ternyata mampu menjadi kekuatan besar dalam menjalin sebuah hubungan. Kasarnya bisa lebih awet, semacam tas branded yang sudah bertahun-tahun bertengger di dalam lemari.
Bapak Saya pernah bilang, 'wong lanang kui ora butuh bojo sing ayu utawa pinter dandan, sing penting sholeha karo perhatian' yang artinya 'pria tidak pernah membutuhkan sosok pendamping yang cantik dan pandai bersolek, yang penting dia sholeha dan perhatian',
Dari situ Saya berani menyimpulkan bahwa sebaik-baiknya hubungan adalah yang didasari kasih serta perhatian yang tulus. Tak harus berwujud SMS, WhatsApp atau LINE setiap jam, sesimpel mencium tangan pasangan atau menyiapkan sarapan kesukaan pun sudah bisa dijadikan cerminan. Pasangan kita akan merasa dibahagiakan, jika dengan suka rela kita memperlakukannya demikian.

Sejatinya, sesulit apapun rintangan yang dihadapi, perhatian dan dukungan penuh serta tak terputus adalah satu-satunya solusi. Bisa dibilang, ini adalah obat paling mujarab yang memang sudah Tuhan anugerahkan.
Unlimited Support tak pernah memandang situasi. Kapan dan di mana saja, pembelajaran satu ini bisa saja terjadi.
Seperti kisah yang sedang Saya alami, ketika pasangan Saya sedang diuji kesabarannya. Dia bukan lelaki yang mudah baper, bahkan dia adalah sosok yang sangat tegar. Dia juga bukan lelaki yang mau dianggap remeh, ya, bisa dibilang ambisius. Namun, di sini Tuhan sedang menguji Saya--seberapa besar ketegaran Saya buat mendampinginya.

Ketika pertemuan tidak bisa se-intens dulu, perasaan kami berdua sempat goyah. Bukan berniat mencari pelampiasan berupa orang ketiga atau apa, kami hanya sedang menyesuaikan diri dengan keadaan. Chat via WhatsApp mungkin jadi pengobat rindu paling ampuh, tapi tak se-ampuh ketika kita bisa bersua, duduk berdua sambil menyantap Mie Ayam Pantura.

Permasalahan yang sampai saat ini belum usai masih terus menghantui setiap langkah Saya, khususnya dia sebagai tokoh utama. Selain urusan finansial (seperti permasalahan fresh graduate pada umumunya), ada banyak permasalahan pelik lainnya yang sedang kami berdua hadapi. Sama sekali nggak mudah, menurut Saya. 

Ajaibnya, Saya dan dia malah semakin 'dekat' ketika banyak rintangan yang datang silih berganti. Komunikasi kami pun terasa jauh lebih nyaman dibanding dulu, masa-masa awal pacaran yang seharusnya bahagia karena ada sokongan dana dari orang tua.
Setiap bangun tidur setelah meneguk 2 gelas air putih, Saya selalu mengirimkan chat penyemangat kepadanya, lelaki berjambang yang cueknya seluas samudera. Kurang lebih, aktivitas ini sudah Saya jalani selama 6 bulan.
Meski jarang dibalas, Saya nggak masalah, kok. Toh, itu berimbas ke mood-nya yang terlihat membaik setiap harinya. (info ini Saya dapat dari Ibunya, hehehehe...)

Ya, mungkin bukan gara-gara chat sok romantis dari Saya saja, mungkin ada juga faktor lainnya. Tapi, Saya merasa sangat nyaman bisa menjadi salah satu kaum hawa yang menyadari bahwa perhatian dan dukungan tak terbatas itu BESAR SEKALI efeknya.

Seperti kalimat bijak dari Deborah Day yang sangat sukai, 
Encorage, lift and strengthen one another. For the positive energy spread to one will be felt by us all...

3 comments:

  1. Silvi, kamu kok romantis sih?


    Kamu mau nggak jadi ibu dari anak-anakmu?


    #gimananih

    ReplyDelete
  2. Ahahahaha... Kamu lucu ya? Bapak kamu komedian ya. Lho pie?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak sih... Pacarku yang komedian #jawabserius

      Tapi boljuglah pertanyaanmu.

      Delete