Monday, October 24, 2016

# cinta # couple

Curhatan Receh; Rasanya Jadi Cewek yang Lebih Suka Malam Mingguan di Rumah

Siapa sih yang mewajibkan malam minggu harus keluar rumah?
Pertanyaan tadi mungkin sudah banyak dilontarkan orang-orang, khususnya buat kaum-kaum Mager (malas gerak) yang lebih suka malam mingguan di rumah. Kuno. Ya, gitu sih katanya. Tapi, mau gimana lagi?

Situasi seperti ini juga biasanya dikaitkan dengan status seseorang. Status jomblo, misalnya. Hehe, sorry ya Mblo, kamu kena lagi, kena lagi :). Orang yang belum punya pasangan lebih rentan dikatai 'cupu! malam minggu kok ngendon di rumah aja sih?!  karena pada faktanya, malam mingguan berdua dengan yang tersayang itu lebih afdol, plus lebih berpotensi bikin bahagia (iya, dosanya juga). Hehe.

Tapi, ini nggak berlaku buat Gadis Desa yang baik dan sholeha kayak saya. Eciyeee... Malam minggu buat saya justru sebuah malam, di mana tubuh, otak dan hati butuh istirahat total. Total di sini bukan merk air mineral, ya. Kasian, pamornya udah turun gara-gara Aqu*. Hiks.

Anyway, malam minggu itu sama halnya dengan terbebasnya segala beban, dan kamu patut bersenang-senang untuk mensyukurinya. Nah, balik lagi kalau caramu menikmati serta mensyukurinya itu macam-macam. Let say; kamu bisa dinner romantis dengan mantan, eh pacar. Atau, pilihan lain yang sama sekali nggak salah, yaitu di rumah aja, ngemil, masak indomie soto, lalu nonton drama Korea.

Riuhnya jalanan di malam minggu mungkin menjadi alasanku (atau sebagian kecil orang) untuk nggak Saturday Night'an. Macet dan banyak polusi gitu nggak sih? Inilah yang selama ini saya rasain. Ribet dan sering bikin uring-uringan deh pokoknya.

Bukan cuma itu, malam mingguan juga erat kaitannya sama sifat boros (sekali lagi, ini menurutku, Gadis Desa yang baik nan sholeha). Bayangkan kalau dalam sebulan full dan mewajibkan banget malam mingguan. Kira-kira bakal habis berapa duit buat beli solar, eh bensin, eh sekarang Pertalite nding. APASIH!!

Atau, berapa pengeluaran yang kamu atau pacarmu harus keluarkan demi memuaskan hasrat 'makan enak' atau 'belanja asyik' di setiap minggunya? I think, ini awal yang buruk kalau kamu dan pasangan getol mewajibkan malam mingguan, di setiap bulannya.
Tapi, saya juga bukan se-fanatik itu sih sama malam mingguan. Kalau diajak, apalagi ditraktir, malam mingguan juga bakal menjadi hal yang sangat sangat sangat menyenangkan. Huvt. Dasar kaum hawa tak bermodal!
Sesekali, mungkin satu kali dalam sebulan, saya juga pernah malam mingguan. Ya, walaupun cuma makan berdua di Angkringan depan kosan, atau di depan pom bensin yang parkirannya cukup gede.EH, ENAK TAU NGOBROL & BERDUAAN DI SANA! :P

Nggak lah. Serius, saya  juga pernah malam mingguan, tapi bukan menjadikannya sebuah kewajiban. Aku juga 'mengharamkan' sesuatu yang bikin puyeng seperti; harus dandan cakep dulu, harus nggesek duit di ATM dulu, atau bahkan harus beli baju-baru-dulu biar kece dan enak dilihat waktu jalan berdua bareng dia (Dia: judul lagunya Anji).
Nah, letak dilema atau kebingunganku adalah di bagian; kenapa malam minggu seolah menjadi kewajiban, sedangkan masih buaaaanyaaak hal yang bisa dilakukan?
Yup! Biarpun saya seorang Gadis Desa yang baru hidup di kota (nggak usah diulang-ulang bisa nggak sih?!!), pemikiran semacam 'ya mendingan di rumah aja' tetap menjadi pedoman yang nggak mungkin ditinggalkan. Saya selalu percaya bahwa ada hal-hal yang bisa diambil, kalau kita mencoba berpikir di luar batas, atau paling nggak, anti banget buat ikut-ikutan pola pikir orang lain. 

Di tahapan ini, saya juga banyak mendapat ketenangan tersendiri, ketika melihat ternyata lemari atau rak buku yang berantakan, piring bekas makan yang sudah jadi rumah semut, atau bahkan deretan sepatu yang kumelnya melebihi muka saya saat bangun tidur. 
Lho, apanya yang bikin tenang? 
Ya, melewatkan malam minggu dengan merapikan barang-barang pribadi itu bisa bikin tenang! Semacam melakukan kewajiban yang sekian lama terlupakan gitu sih, kurang lebih.
Ada nggak yang setipe gitu sama saya? Kalau iya, tukeran nomor handphone, yuk! Add friendster Aku juga, ya :)
Btw, itu sih curhatan receh dari saya yang 100% lebih nyaman malam mingguan di rumah. Banyak sesuatu yang terbukti saya dapat dari sana. Walaupun.... Minggu paginya saya maksain buat jalan-jalan, lalu belanja berkarung-karung berlian layaknya Sosialisasi, eh Sosialita. Sekian, bye!

No comments:

Post a Comment