Monday, November 6, 2017

Tak Selalu, Kami Berdandan Hanya Demi Menyita Perhatianmu

November 06, 2017 4 Comments

"Berdandan bagai candu. Jika tak bersua sehari saja, rasanya sungguh rindu."

Hai, dandan lovers!

Semoga kalimat pembuka tadi nggak langsung menohok dan bikin syok, ya... Saya lagi pengen aja nih bikin tulisan yang agak-agak centil tapi dikemas sedemikian rupa supaya nggak ngetarani banget. Hahaha!

Jadi gini...

Ada anggapan bahwa fenomena make-up di era modern ini semakin aneh saja. Bahkan ada cowok yang nyeletuk, "Bedanya foundation sama BB cream tuh apaan sih? Bukannya sama aja? Dasar kalian para cewek boros!". Tanpa mereka tahu, kalau itu jelas beda fungsi dan kandungannya.

Anyway, hal ini lumrah dan pasti sering banget cewek-cewek alami. Belum lagi, anggapan kalau doyan dandan itu berarti centil dan haus perhatian dari lawan jenis. Lho, siapa nih yang mulai beranggapan begini? Hayooo...

Faktanya nggak begini sih sebenarnya. Saya, atau kalian para cewek yang suka banget pas lihat diri sendiri di kaca sambil bilang dalam hati, "Ih, bulu mata gue cakep banget, ya. Cucox nih maskara!" atau "Swear deh, ini lipstik matte oke banget, buat makan aja nggak ilang!" pasti menyadari kalau tujuan dandan nggak melulu buat narik perhatian si abang. Ya nggak?

Harusnya para cowok juga jangan GR dulu sih, kalau kita beli lipstik nude terbaru itu cuma karena pengen dapat pujian. Rasanya memang susah dijelasin, ya lebih ke "nafsu" aja sama lipstik-lipstik pastel atau nude yang notabene cocok buat kulit sawo bosok, eh sawo matang khas Indonesia.

Lagi, kalau kita tahu-tahu pakai eyeliner dan agak berekor, ini semua hanya demi menyamarkan mata sipit yang sering jadi olok-olokan. 'Kan seneng tuh kalau dalam sekejap tampilan mata bisa belo mirip Ayudia Bing Slamet tanpa operasi. So, ya murni karena ini aja tujuannya.

Yang jelas, alasan kami membawa kaca kecil ke mana-mana ya juga karena ini. Karena kami bangga kalau lipstik yang dibeli dengan cara rebutan diskonan ini ternyata nggak hilang pas dipakai makan dan minum. Nggak jarang, adalah sebuah prestasi tersendiri kalau hidung kami yang minimalis ini menjadi lebih manusiawi berkat trik shading. Simpel 'kan, Mas? Yaiya, simpel banget!

Karena saya pribadi pun berpikir, bahwa perempuan memang ditakdirkan untuk menjadi sosok yang rumit. Ia mudah sekali memaafkan, tapi sangat sulit untuk menerima keadaan.

Keadaan di sini ya termasuk keadaan fisik dan mental. Bisa jadi, ditegur sedikit soal berat badan atau bekas jerawat pun merupakan mimpi buruk yang berlangsung berbulan-bulan. Nggak gampang, karena kami adalah generasi baperan!

Untuk itu, berdandan adalah salah satu cara paling murah dan mudah yang bisa dilakukan. Selain karena sama sekali nggak merepotkan orang lain, dandan menjadi ritual yang ideal dalam rangka self acceptance.

"Belum lagi, pergi ke kondangan dan bergandengan tangan denganmu, dandanan yang ayu adalah kunci supaya orang lain nggak menganggap remeh dirimu, Mas!"

Karena kami sebagai kaum hawa juga rajin memahamimu soal keterlambatan balas chat, please cukup mengerti keinginan kami yang cukup sederhana ini, yakni berdandan tanpa ada ejekan yang menyakitkan hati. 

Gitu ya, Mas? Mmmuah!

Friday, November 3, 2017

Sebulan Sebelum Menjadi Istri Orang

November 03, 2017 5 Comments


"Menikah memang tidak seindah kelihatannya. Indah, bisa jadi karena dekorasi atau busana pengantinnya saja. Di luar semua itu, gerbang menuju kepahitan hidup mulai terkuak satu per satu..."

Itulah kalimat yang terus saya yakini dalam hati, supaya jauh dari rasa congkak karena sebentar lagi berhasil menanggalkan status single.

Pemikiran saya pun sederhana, meski lebih tepatnya ini "perhelatan akbar" yang telah 24 tahun lamanya diimpi-impikan kedua orangtua. Ya, anak perempuan ayah dan ibu sebentar lagi akan dipersunting orang. Bukannya tidak mungkin, intensitas berhubungan dengan mereka pun sedikit-banyak pasti berkurang.

Tahukah kalian, menyiapkan pernikahan (sesederhana apapun) itu rumit. Menyatukan banyak kepala, dua keluarga sampai isi dompet yang tidak stabil bukanlah hal mudah.

Lebih dari sekadar sabar dan bekerja keras, menghadapi hal semacam ini butuh perenungan panjang. Bahkan, deadline pekerjaan harus rela ditinggalkan, meski risikonya dipanggil ke ruangan HRD keesokan harinya.

Apalagi saya, yang sama sekali tidak mengandalkan jasa wedding organizer atau semacamnya. Pure, semuanya diurus sendiri. Tujuannya cuma dua; lebih mantap dan bisa merasakan bagaimana susahnya mempersiapkan pernikahan sendiri.

Hingga kini, tepat sebulan sebelum dipersunting orang, saya masih tetap bertahan meski beban di kepala sudah hampir mencapai puncaknya. Saya bukan mengeluh, saya hanya mengutarakan bagaimana rasanya mempersiapkan "perhelatan akbar" yang katanya harus dipersiapkan maksimal ini.

Kadang, di sela jam istirahat kerja, saya pun berpikir satu hal yang belum pernah terbesit sebelumnya, "apakah saya benar-benar siap menjadi istri orang?"

Selanjutnya, normalkah jika saya begini? Jawaban yang mungkin terucap adalah, "wajar lah, namanya juga deg-degan mau jadi pengantin!".

Begitu juga ketika saya dan dia bertemu, obrolan kita menjadi semakin formal saja. Bahasan seputar cetakan undangan, syarat-syarat KUA, sampai perabotan rumah tangga yang akan dibeli apa saja. Lucunya, ini adalah tanda kalau saya dan dia sudah menjadi orang dewasa. Karena sebelum ini, kami adalah pasangan gila dengan obrolan ngalor-ngidul tidak jelas.

Kaget pada awalnya, tapi mampu terbiasa lama-lama. Eh satu lagi, saya dan dia juga menjadi sering bertengkar karena beda pendapat. Kalau kata orangtua, inilah ujian kemantapan sebelum sah menjadi suami-istri. Hihi, saya sambil ketawa sendiri waktu nulis kalimat ini.

Hari-hari saya pun kini diwarnai dengan telepon dari ayah dan calon mertua. Pesan untuk istirahat cukup, makan makanan sehat sampai jaga kondisi keuangan, hampir saya dengar dan terima setiap hari. Begitupun dengan dia, yang juga semakin kebal dengan kebawelan ibu dan calon mertuanya tentang hal yang sama.

Saya dan dia hanya meyakini satu hal tentang ini, cukup menganggapnya sebagai bagian dari do'a sebelum nanti benar-benar bisa pillow talk bersama.

Belum lagi, ejekan teman-teman tentang pergantian status yang sebentar lagi terjadi. Sejauh ini, ejekan yang saya terima masih positif meski ada nada-nada menyindirnya sedikit. Lucunya, banyak juga dari mereka yang menyelamati dengan kalimat, "yes, akhirnya bisa satu bed cover tanpa harus takut digerebek Pak RT!".

Yang pasti, saya tahu bahwa sebulan menjelang pernikahan bukanlah waktu yang lama. Sebentar lagi, saya tidak bisa lagi pulang larut malam karena keasyikan Wi-Fian nonton Suhay Salim di kantor. Selain itu, lapar mata di Shopee juga bukan hal gampang lagi, karena nantinya akan ada tagihan listrik, air sampai iuran sampah yang harus dipikirkan.

Kini, saya semakin sadar bahwa menjadi orang dewasa atau lebih tepatnya menjadi perempuan dewasa itu ibarat sebuah pendakian. Lelah dan ingin berhenti pastilah dirasa, tanpa ada satu orang pun yang bersedia ikut menanggungnya.

Di masa seperti ini, hanya kedewasaan kita dan keberadaan Tuhan yang bisa diandalkan. Belum lagi, kesediaan untuk bangun tengah malam demi memanjatkan pinta terbaik harus mulai rutin dilakukan.

Percayalah, menanti-nanti status menjadi pasangan halal itu mendebarkan, tapi inilah sebaik-baiknya pembelajaran yang telah Tuhan berikan. Do'akan saya, ya. Do'akan juga calon imam saya, supaya selalu dilancarkan rezekinya. ^^

Tuesday, October 31, 2017

Tumpas Minyak dan Jerawat dengan Naavagreen Facial Wash!

October 31, 2017 3 Comments
Punya kulit berminyak dan jerawatan memang super nyebelin, ngalahin nyebelinnya pas beli sepatu di online shop dan kekecilan. Yup, permasalahan paling umum yang dialami cewek-cewek di Indonesia ini seringkali membuat penderitanya rentan muring-muring dan minder buat keuar rumah. 

Jangankan buat ketemu gebetan, keluar sebentar buat beli terasi di warung tetangga aja magernya minta ampun. Ah, malah jadi curhat. Hehe.

Beruntungnya, saya dapat beberapa informasi soal sabun pencuci muka alias facial wash yang katanya bagus buat handle dua masalah tadi. Selain saya rajin nanya-nanya, saya pun browsing yang nggak mengandung terlalu banyak bahan kimia. Ngeri aja sih, bahaya dan efek jangka panjangnya bikin merinding.

Laluuuuu, saya jatuhkan pilihan ke Naavagreen Facial Wash, selain saya juga pakai sabun muka lain buat selang-seling. Bukannya berniat ganti-ganti, saya cuma pengen "ngetes" kulit saya, sebetulnya butuh facial wash yang kayak apa.

First impression



Singkat cerita, saya udah sekitar 13 harian pakai ini produk. Nggak ada efek macam-macam sih selain lebih halus dan lembut persis pantat Katy Perry, eh pantat bayi. Serius, facial wash ini juga nggak bikin kering setelah pakai, terutama buat muka yang rentan minyak dan jerawatan.

Entah kenapa sabun cuci muka ini lebih enak dipakai pas malam mau tidur, daripada pagi hari. Mungkin karena dia ngasih efek lembab dan cocok buat rileksasi sebelum tidur kali, ya? I don't know, tapi just enak aja.

Tekstur




Berbeda sama facial wash lainnya, Naavagreen Facial Wash ini bening dan berada di tengah-tengah antara kental dan encer. You know what i mean lah, ya. Haha!

Jadi pas di-apply ke muka, sabun satu ini pelan-pelan gitu keluar busanya. Nggak lebay dan terlalu wangi, karena FYI, kandungan parfum atau fragrance yang terlalu banyak di skin care itu KURANG BAIK buat kondisi kulit.




Cara nggosoknya pun pelan-pelan aja, supaya kandungan-kandungan baik di produk ini menyerap dengan baik tanpa sisa. Setelah dibilas, cukup dilap pakai handuk dan ditepuk-tepuk perlahan.

Ingredients




Seperti yang biasa saya tulis di-review sebelumnya, memilih produk perawatan wajah itu bukan dari seberapa mahalnya, tapi KOMPOSISI atau INGREDIENTS-nya! Ibaratnya, percuma aja mahal, tapi kalau di dalamnya mengandung boraks. Eh maap, ini muka ya sist, bukan bakso. Minta dihajar banget, ya? 

Lanjut...

Ya jadi, Naavagreen Facial Wash ini menggunakan Aqua atau air di urutan pertama pada komposisinya. Yang artinya, sabun pencuci muka ini mengandung lebih banyak air di banding bahan kimia lain yang berbahaya buat kulit muka.

Nggak lupa, saya pun makin jatuh cinta karena kandungan Glycerin di dalamnya. Di-review sebelumnya tentang Toner Naavagreen pun saya menuliskan, kalau si Glycerin ini BAGUS BANGET buat melembabkan sekaligus menghaluskan kulit muka. So, ini aman!

Untuk urusan ada Parabennya, belum ada sih penelitian yang bilang kalau kandungan ini bisa secara langsung merusak atau bahkan memperparah kondisi muka. Asal kamu memakainya dengan bijak, kandungan Paraben ini nggak akan berpengaruh apa-apa kok ke kulitmu.

Packaging dan tampilan



Setiap kali memilih produk, saya selalu mengutamakan ukuran setelah naksir sama warnanya. Yup, Naavagreen Facial Wash ini handy banget dan bisa dimasukin ke tas, even itu tas tenteng yang ukurannya kecil. Jadi, dibawa ngantor atau traveling pun nggak menuh-menuhin.

Dengan (masih) mengusung warna hijau dan putih, kemasan produk Naavagreen yang satu ini seperti menyuarakan "kembali ke alam atau yang natural". Love it so much lah!

Harga

Nggak sampai 20.000, saya rasa sabun pencuci muka ini layak lah buat dinobatkan sebagai salah satu primadona facial wash! Gimana nggak? Dengan tekstur dan efek ke muka yang perlahan tapi pasti, harga segitu mah "kecil" banget buat dijangkau. Jadi buat Naavagreen, tetap pertahankan harga murah dan produk yang berkualitasnya, ya!

Efeknya setelah 13 hari pemakaian



Kulit muka jauh lebih lembab dan lembut adalah dua kesan yang saya dapatkan. Nggak ada perubahan siginifikan sih buat muka berminyak dan bekas jerawat, tapi at least muka saya jadi lebih "tenang" di banding sebelumnya.

Mungkin saya harus pakai ini sekitar beberapa bulan dulu baru kerasa gimana efeknya ke jerawat dan kawan-kawannya. Oke, i'll try this product buat beberapa bulan ke depan!

Overall, Naavagreen Facial Wash ini bagus buat kondisi muka yang normal sampai sensitif sekalipun. Asal diimbangi dengan pola hidup sehat dan bersih, yakin deh kulit mukamu akan membaik dengan perlahan namun pasti. Psssst, pakai Naavagreen Skin Toner juga biar lebih maksimal!

Update informasi soal produk-produk dan promo Naavagreen di Instagramnya di sini, ya!

Saturday, October 21, 2017

Fallin In Love With Purbasari Oil Control Matte Powder & Hi-Matte Lip Cream!

October 21, 2017 2 Comments
Hello netizen yang budiman!

Btw, siapa nih yang udah kangen sama review produk dari saya? Hehehehe, abis gimana, emang belakangan ini saya lebih sering nulis soal review produk daripada curhat nggak jelas dan ngompor-ngomporin buat belanja diskonan. And now, am back with the product review!



Kemarin, tepatnya tanggal 30 September, saya dan teman-teman kece Jogja Bloggirls berkesempatan hadir di acara launching-nya Purbasari Oil Control Matte Powder dan Hi-Matte Lip Cream. Awalnya sungguh gembira hati ini saat tahu kalau brand lokal kesayangan turun termurun ini ngeluarin dua produk kece kebutuhan mbak-mbak zaman now. Belum lagi saat datang ke event-nya yang diselenggarakan di Atrium Hartono Mall, Yogyakarta.





Berkat datang ke acara ini, saya pun bisa ketemu sama banyak teman-teman beauty enthusiast lain, terutama buibu kece Jogja Bloggirls yang selama ini hanya intens di Grup WA. Duh, pokoknya sore hari kala itu nggak bakal terlupakan deh!

Lanjut... Acara launching dan chit-chat seru dimulai sekitar jam 16.00 dengan menghadirkan Mbak Stella selaku brand representative Purbasari dan Reni Arumsari sebagai guest star sekaligus penyegar suasana di Atrium Hartono Mall kala itu. Dengan dipandu dua MC kocak, kami pun dengan senang hati menjajal produk-produk Purbasari yang telah disediakan di meja; foundation, susu pembersih, toner, pensil alis sampai maskara. Wes, pokoke jossss tenan!






Setelah ngobrol ke sana-ke mari dengan sesama peserta dan bintang tamu, kami pun digiring (bebek kali ah!) untuk melanjutkan ke sesi beauty class. Duh jangan ditanya lagi deh gimana ramenya pas sesi ini, mungkin saking senengnya dapat gratisan buat touch up kali, ya! Hahahaha... 



Bukan cuma sampai di sini, buat yang hasil make-up-nya paling kece, akan dikasih bingkisan M E NA R I Q U E dari Purbasari. Yaudah deh, pada tambah kegirangan sampai ada yang belepotan pakai pensil alis buat lip liner. Eh nggak nding, canda :)



Oh ya, launching Purbasari Oil Control Matte Powder dan Hi-Matte Lip Cream ini merupakan rangkaian cara Beauty Fest bersama Tribun Jogja, lho. Buktinya, kemarin ada banyak mas-mas bawa kamera dan mondar-mandir khas kameraman TV. Apasih, GEJE!

Lalu, apa sih yang saya dapat dari sana?




Of course, selain dapat ilmu dan teman baru, saya pun banyak mendapat produk dari Purbasari. Tebak hayo, saya dapat apa??? (Halah, koe kan wes share neng Instagram wingi, rasah sok misterius lah!)




Yup, saya dapat 2 buah Purbasari Oil Control Matte Powder dan 5 shade Hi-Matte Lip Cream!!! OMG betapa beruntungnya saya, karena saat yang lain nungguin Purbasari ngadain diskon, saya dikasih secara cuma-cuma sama Mbak Stella dan kawan-kawannya. Yass, rezeki anak sholehot emang nggak ke mana! Thanks again, Purbasari!




Intinya, jangan kapok mengundang Jogja Bloggirls untuk berkolaborasi ya, Purbasari! Semoga acara kemarin adalah permulaan yang baik untuk kita terus menjalin tali kasih, seperti judul acara di Indosiar. Keep on your good work, Purbasari dan Tribun Jogja!

Daripada lama-lama, yuk deh langsung ke review-nya aja, ya!

Review Purbasari Oil Control Matte Powder






Packaging

First impression saya waktu megang produk ini (megang lho ya, belum pakai) ini fine-fine aja. I mean, dari segi warna dan packaging sangat oke dan terkesan eksklusif karena warna dasarnya hitam dengan tulisan "Purbasari" berwarna kuning keemasan. Untuk bedak dengan harga di bawah 50 ribu, Purbasari sudah melakukan yang terbaik dari yang paling baik. Salut!

Tekstur

FYI, saya dapat dua seri yang berbeda dari bedak ini, yaitu honey beige dan natural. Saya rasa, dua seri ini adalah yang paling best seller buat sebagian besar produsen bedak karena memang cocok buat kulit sawo matang khas Indonesia.

Sesuai dengan namanya, bedak ini mampu memberikan hasil matte atau nggak "blenyek" meski dipakai di outdoor sekalipun. Warnanya yang natural pun mampu menyamarkan noda-noda hitam di wajah kayak bekas jerawat. Tapi saya sendiri lebih suka pakai bedak ini saat beraktivitas di dalam ruangan karena efek matte-nya lebih kerasa. Meski nggak masalah kalau dipakai aktivitas outdoor, kamu tetap harus coba bedak ini saat di dalam ruangan, seriously, ini enak banget!

Aroma

Hmmm, agak gimana gitu ya kalau membahas aroma buat produk kayak bedak, terlebih ini bedak padat. But it's okay, saya rasa ini perlu. Dari pengalaman saya, cieeelah...

Bedak yang terlalu berbau wangi itu kurang bagus buat kulit wajah. Dia mengandung terlalu banyak fragrance sehingga nggak jarang bikin kulitmu jadi kering dan iritasi. Khususnya buatmu yang sensitif, kurang-kurangi ya pakai bedak yang bau wanginya terlalu nyengat!

Nah, si Purbasari Oil Control Matte Powder ini punya aroma yang "ramah" banget buat hidung alias nggak bikin bersin. Aman banget buat kamu yang punya pernafasan plus muka yang sensitif. Worth to try!

So, lebih milih mana antara Purbasari Oil Control Matte Powder honey beige sama natural?


Yup, saya milih yang natural karena coverage di kulit kuning saya lebih maksimal. Ibaratnya jadi nggak belang antara warna leher dan muka, gitu. Nah, buat kamu yang kulitnya agak cokelat-cokelat manja, warna honey beige kayaknya jadi pilihan paling tepat dan bikin riasanmu lebih glowing. Cobain gih!

Jadi kesimpulannya, Purbasari Oil Control Matte ini rekomended banget buatmu yang punya segudang aktivitas, tapi malas buat touch up berkali-kali. Asal nggak dipakai buat mancing atau ngejar layangan aja sih.

Eits, belum selesai sampai disini, saya masih punya review satu lagi soal Purbasari Hi-Matte Lip Cream! Penasaran gimana penjelasannya? Nih nih nih nih...




Packaging

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, hampir semua make-up Purbasari itu punya kemasan yang juara. Mulai dari lipstik matte sampai bedak-bedaknya. Nggak heran sih banyak yang suka karena kesannya kayak punya "barang mahal" padahal sangat amat terjangkau. Good job!

Aplikator lipstiknya pun saya akui mantap, nggak letoy dan gampang buat dipakai.

Tekstur



Buat yang nggak begitu suka pakai lipstik kayak saya, Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini punya tekstur yang agak "berat". Nggak bikin bibir kering tapi jadi agak aneh kalau bibir kita digerak-gerakin, kayak takut crack atau semacamnya gitu. Meski nggak saya pakai buat daily, lipstik ini selalu saya pakai pas ke acara-acara kayak kondangan, seminar atau kencan bareng yang tersayang. Pokoknya pas nggak makan gila-gilaan deh!

Jangan lupa, setiap kali mengaplikasikan lipstik (merek apapun itu) pakailah lip balm TERLEBIH DAHULU! Nggak mau dong bibirmu jadi rentan iritasi dan menghitam gara-gara keseringan pakai lipstik? Lagi pula, ritual ini juga ampuh kok buat lipstik matte-mu jauh lebih awet dan coverage.

Aroma

Beda sama lip cream lainnya, Purbasari Hi-Matte Lip Cream aromanya ENAAAAAAAAAK banget! Jadi lebih ke creamy kayak aroma buah-buahan gitu. Nggak nyengat apalagi nusuk-nusuk kalbu, eh hidung. Kamu yang baru pertama kali nyoba pasti langsung jatuh hati, deh!

Dari ke-lima shade Purbasari Hi-Matte Lip Cream; 01 Vinca, 02 Azalea, 03 Lantana, 04 Zinnia dan 05 Freesia, kamu milih yang mana?



Karena Purbasari Hi-Matte Lip Cream ini kebetulan mengeluarkan warna dengan shade yang super cute, saya sampai bingung mau milih yang mana. Tapi, saya sih paling suka yang nomor 05 Freesia karena cocok sama karakter saya yang judes tapi lucu. Haha, pret!

Eh tapi, saya juga suka nomor 03 Lantana karena cucok buat acara-acara malam kayak kencan atau makan bakmi di pojok gang. Cihuy!

Quick Tips: Buatmu yang suka bikin lipstik ombre, kamu bisa pakai Purbasari Hi-Matte Lip Cream nomor 01 Vinca sama 05 Freesia biar hasilnya lebih aduhai.

See you on the next product review ya, girls! Semoga membantu dan cukup meracuni :)

Buat yang pengen tahu apa aja produk terbaru dari purbasari, silakan kepoin IG-nya di @purbasari_indonesia. Dijamin bakal kalap!

Monday, October 2, 2017

(REVIEW) NAAVAGREEN SKIN TONER; TONER IDOLA YANG BEBAS ALKOHOL!

October 02, 2017 0 Comments
Hai, Netizen!

Musim lagi nggak tentu banget nih, terutama di Jogja. Kadang panas, kadang tiba-tiba hujan turun bersama petir yang menggelegar. Huvt. But it’s okay, semoga teman-teman semua tetap sehat dan bahagia selalu, ya!

Ngomong-ngomong soal bahagia, don’t know why, saya lagi suka banget nyoba-nyoba produk kosmetik baru, terutama skin care. Karena saya sendiri sebenarnya sangat jarang make-up, skin care adalah ‘alat tempur’ yang paling diandalkan kapan dan di mana saja.


Nah, skin care baru yang sedang saya coba adalah Skin Toner dari Naavagreen! Kata teman-teman saya sesama blogger, toner asli brand lokal satu ini memang ampuh buat healing atau meredakan kulit yang rentan berjerawat dan iritasi. Wah, saya pun langsung pengen nyoba setelah dengar ini.

Baca juga, Wajah Kencang dan Bebas Keriput Berkat Skin Tightening Therapy-nya Naavagreen!

Seperti biasa, setiap review yang saya terbitkan di blog ini adalah jujur dan apa adanya. Dan yang pasti, ini hasil dari pemakaian saya kurang lebih satu minggu, jadi teman-teman di sini bisa mempertimbangkan sendiri langkah apa yang akan diambil setelahnya. So, let’s go to the review!

What is Naavagreen Skin Toner?



Kayak yang saya bilang di awal tadi, toner yang diracik khusus oleh pakar kesehatan dan kecantikan ini berfungsi untuk menenangkan, melembabkan kulit dan mengecilkan pori-pori, khususnya buat wajah yang rentan berjerawat dan iritasi.

Pemakaiannya pun sama, yakni setelah mencuci muka dan sebelum ‘menabrak’ wajah dengan segala macam skin care atau make-up.

Apa bedanya sama toner lain di pasaran?



Saya berani jawab, jelas beda! Saya awalnya surprise saat pertama kali nyium bau dari toner ini, SAMA SEKALI NGGAK MENYENGAT! Beda deh sama produk-produk klinik kecantikan lain yang kadar alkoholnya tinggi, plus bikin muka jadi kering dan gampang ngelupas.

Dan lagi, karena toner ini nggak mengandung alkohol, fungsi utamanya selain mengecilkan pori adalah untuk melembabkan kulit. Jarang lho ya, toner dari brand lokal yang fungsinya buat melembabkan sekaligus menghaluskan kayak Skin Toner-nya Naavagreen ini. 

Seriously, pas awal dipakai aja udah jelas ini toner enak dan nyaman banget di muka!

Bukti bahwa toner ini bisa melembabkan dan menghaluskan kulit adalah adanya kandungan Glycerin di dalamnya. FYI, Glycerin ini memang punya fungsi melembutkan kulit, sabun kesehatan dan sabun bayi juga biasanya menggunakan Glycerin sebagai salah satu komposisinya. Keren, ya?

Aman nggak buat kulit yang rentan jerawatan dan berminyak?

Aman, aman dan aman. Kenapa? Toner ini diformulasikan buat semua jenis kulit, terutama buat mereka yang udah sebel banget sama jerawat dan kilang minyak di muka. Asal cara pakainya tepat, yakni setelah mencuci muka dengan bersih, toner ini aman-aman aja buat daily routine.

Ada pengecualian buat kamu yang punya masalah jerawat parah, sebaiknya konsultasi dulu ke dokter Naavagreen supaya nggak terjadi kesalahan, ya! 

Jadi, gimana cara kerja toner ini setelah seminggu kamu pakai?

Sebelumnya, saya memang masih setia pakai toner merk A, yang kebetulan lumayan cocok meski ada kandungan alkoholnya. Tapi, akhirnya saya pun mantap berpindah hati pada toner dari Naavagreen ini.

Dampaknya nggak langsung kelihatan di hari pertama, kedua atau ketiga, tapi di hari kelima. Tadinya, saya udah terbiasa banget sama yang namanya kulit mengelupas di daerah yang memang rentan berjerawat (hasil dari toner sebelumnya). Mungkin karena kandungan alkoholnya tinggi kali, ya.

Tapi, lagi-lagi saya dibuat surprise karena Skin Toner Naavagreen ini NGGAK BIKIN KERING apalagi KULIT MENGELUPAS! OMG, OMG, OMG, mungkinkah ini toner yang saya impi-impikan selama ini?

Wajah jadi kenyal, halus dan pastinya lembab. I don’t know, jadi kayak lebih enak dipegang, beruntusan agak berkurang dan pastinya meredakan merah-merah dari jerawat. 

Kapan waktu terbaik versi kamu buat pakai toner ini?

Pagi setelah cuci muka mau berangkat kerja dan malam sebelum tidur. Yup, kedua waktu ini menurut saya adalah yang paling ideal karena kondisi wajah lagi seger-segernya. Kalau kalian mau pakai ini siang-siang boleh aja sih, asal keadaan wajah benar-benar bersih, termasuk dari dosa masa lalu juga, yes!

Apakah toner ini direkomendasikan buat mereka yang nggak pernah pakai produk dari klinik kecantikan?



Absolutely, yes! Saya memang bukan beauty expert, tapi saya percaya kalau skin care yang baunya nggak menyengat atau mengandung bahan macam-macam itu banyak cocoknya buat semua jenis kulit. 

Mungkin kalian yang sebelumnya cuma pakai produk drugstore tadi pengen nyoba ini, sok coba aja karena fungsi utamanya buat melembabkan sekaligus menghaluskan. Do not to be worry!

Walaupun toner ini mengandung Paraben, tapi saya rasa masih aman karena tekstur dau baunya sangat friendly. Saya pun pernah nanya sama seorang dokter kecantikan tentang kandungan Paraben ini. 

Katanya, selama dalam batas wajar, Paraben ini nggak akan menyebabkan kerusakan macam-macam di wajah, termasuk breakout sekalipun. So, nggak masalah!

Bagaimana soal harganya?

Dengan harga 19.900, toner ajaib yang bisa bikin wajah kenyal kayak Nutrijell ini sangat worth it buat dicoba!

Apalagi kalau kamu ke Naavagreen juga buat perawatan, kamu bisa konsultasi secara GRATIS sama dokter ahli, termasuk kalau mau nanya-nanya soal Skin Toner-nya. Tenang, dokter di sana baik selama kamunya nggak nyolot. Haha!

Mau repurchase nggak?

Tergantung. Saya mau liat dulu hasilnya selama sebulan. Kalau benar-benar cocok, baru saya akan mantap membelinya lagi, sembari nunggu yang ini habis.

Sekali lagi, cocok atau nggaknya sebuah skin care di kulit masing-masing orang itu berbeda. Ada baiknya kamu pahami dulu jenis dan kebutuhan kulitmu itu apa. Kalau saya sendiri memang sangat butuh toner karena punya kulit wajah yang pori-porinya segede Lubang Buaya dan minyakan banget.

Kalau kalian sendiri gimana? Yuk kita ngobrol cantik lewat kolom komentar!

Info lengkap soal produk dan perawatan lainnya, kamu bisa kunjungi website Naavagreen dan temukan banyak keuntungan di sana!

Tuesday, September 5, 2017

Attending Wardah Beauty Influencer Gathering and What I Got There

September 05, 2017 2 Comments
Hallloooooooooo!

Minggu lalu saya pamitan sama ibu di rumah kalau saya mau datang ke acara yang Wardah selenggarakan di Hotel Sahid Jaya, Solo. Bukannya pesan suruh hati-hati di jalan, beliau malah bilang, "Eh nanti minta foto sama mbak-mbak Wardah-nya, ya! Kalau ada bazarnya Wardah, sekalian ibu nitip krim malem yang step 1. Ya ya?" Sungguh, realita hidup yang ironis.

But it's okay, karena itu cuma bumbu dari keberangkatan saya menuju Wardah Beauty Influencer yang diadakan oleh Wardah Solo.

Yup, awalnya saya amaze banget dapat undangan mewakili kantor untuk datang ke acaranya Wardah satu ini. Selain karena saya tahu kalau produk Wardah itu ramah buat kulit dan kantong, saya jadi kebayang bakal ketemu banyak orang inspiratif dari Solo dan sekitarnya.

And yes, saya pun berangkat dengan semangatnya naik kereta bareng sahabat qarib, Tira Hardaning, CEO-nya jejakakiharda.com.


Apa sih Wardah Beauty Influencer Gathering itu?


Sebetulnya hampir sama dengan beauty gathering pada umumnya, tapi ini agak lebih eksklusif karena hanya beberapa orang aja yang diundang.

Bukan cuma ketemu dan basa-basi, di acara yang didominasi cewek-cewek (kecuali mas pemain gitar dari band hotel) ini pun banyak diisi dengan sharing pengalaman pribadi. Dengan dipandu Mbak Andita sebagai MC, kami pun saling berkenalan dan cipika-cipiki ala sosialita. Uh, senangnya bisa kenal banyak orang cakep di sana!

Tujuannya pun cuma satu, yakni menyebarkan positive things lewat cara sederhana, seperti berbagi ilmu dan bercerita.

Sesi icip-icip produk Wardah




Selain di counter-nya langsung, saya juga happy banget pas nyicip gratis produk-produk Wardah di acara ini. Ada Foundation, BB Cream, Lip Cream, Matte Lipstick, Wardah Two Way Cake sampai Eye Shadow yang sudah ngawe-awe minta cepat dicoba.

Wes, pokoke gayeng banget waktu semua undangan merapat ke depan buat nyobain satu-satu produk Wardah!


So, what i got there?




Yang paling saya inget dari Wardah Beauty Influencer Gathering adalah sesi ngobrol soal 'Warna Kesukaan Bisa Mencerminkan Kepribadianmu!". Jadi, sesi ngobrol santai yang juga sekaligus ngenalin sejarah Wardah ini dibawakan oleh si cantik, Mbak Fika.

Di sesi ini, Mbak Fika menjelaskan secara detil tentang warna-warna yang ternyata mampu menggambarkan kepribadian kita masing-masing. Misalnya warna pink, biasanya disukai mereka yang feminin dan lemah lembut. Atau, warna oranye dan kuning yang ternyata jadi cerminan diri mereka si ceria dan suka berpetualang. Wah, pokoknya seru dan nambah ilmu banget!



Nggak cuma itu, Mbak Fika juga memberikan informasi tentang produk terbaru Wardah kayak Wardah Matte Lip Cream shade terbaru dan BB Lightening Cake Powder. Di dalam hati, saya cuma bisa bilang, "Wardah emang gila sih, nggak henti-hetinya banget berinovasi!"

Dengan dekorasi ruangan yang serba ceria, kami semua sengaja diberikan tempat duduk dengan posisi berhadapan supaya bisa kenal satu sama lain tanpa sekat. Bener sih, saya yang awalnya cuma kenal sama Tira, otomatis jadi kenal sama banyak orang yang notabene seorang blogger dan beauty influencer. How lucky i am!

Btw, ada kelas henna gratis juga!



Demi mengakrabkan satu dengan yang lainnya, Wardah Solo pun berbaik hati untuk memberikan kelas henna gratis buat para beauty influencer yang diundang. Seru dan langka banget dapat kesempatan semacam ini.

OH MY GOD, saya juga dapat banyak produk-produk cantik ini dari Wardah!



Siapa yang nggak gembira dikasih produk-produk selucu ini? Akkkkkk, big thanks for Wardah Beauty Solo and team!

Yup, jadi ini review sekilas dari produk-produk yang saya dapat tadi...


BB Lightening Cake Powder


Sesuai nama depannya yang ada kata 'BB' nya, bedak padat dari Wardah ini menjadi inovasi make-up terbaik menurut saya. Gimana nggak, ritual merias wajah dibuat sangat praktis berkat benda biru nan manis ini.

Kita nggak perlu mengaplikasikan BB Cream atau foundation terlalu banyak karena cake powder ini sudah mengandung keduanya. Nggak lupa, kandungan SPF yang bisa ngejaga kulit dari terpaan mantan, eh sinar matahari.

Buat dandan dan touch up sehari-hari, bedak padat ini very recommended khususnya buatmu yang berkulit mengkilat alias rentan berminyak.


Wardah Body Butter (Strawberry)


Ini yang namanya rezeki anak sholeha. Di saat kantong lagi tipis dan kulit sedang kering-keringnya, Wardah menyelamatkan saya dengan body butter berbau stroberi ini. Uh, rasanya saya pengen teriak lalu bilang, "ailaafffffyuuu Wardah!"

Body butter ini sangat saya rekomendasikan buat semua jenis kulit, khususnya mereka yang sering busikan dan kering. Tinggal dioles secukupnya aja, body butter ini mampu bekerja maksimal karena kandungan moisturizer-nya yang tinggi.



Wardah Lightening Facial Wash


Kalau ada yang lihat Instagram Story saya beberapa hari lalu, saya mention produk ini sebagai salah satu skin care favorit dari zaman kuliah. Why? Saya suka tekstur dari sabun pencuci muka ini yang sangat lembut dan nggak bikin kulit kering. Apalagi baunya yang wangi cenderung creamy, tapi sama sekali nggak kering. I LOVE THIS FACIAL WASH SO SO SO SO MUCH!

Btw, facial wash ini juga cocok buat semua jenis kulit, lho!


Wardah Intense Matte Lipstick (Easy Brownie & Mauve Mellow)



Dua lipstik yang digadang-gadang menjadi best seller-nya Wardah ini berhasil saya dapatkan dari acara Wardah Beauty Influencer Gathering! HAHAHAHAHAHA *ketawa jahat ala mak lampir*


Easy Bownie Matte Lipstick (05)



Dilihat sekilas aja, lipstik berwarna cokelat yang berpadu dengan merah ini memang begitu menggoda. Buat mbak-mbak yang punya warna bibir pucat atau mulai menghitam, lipstik matte super ringan satu ini sepertinya cocok buat jadi andalan. Meskipun transfered pas buat makan atau minum, nggak akan jadi masalah selama kamu retouch.


Mauve Mellow Matte Lipstick (04)



Nah, kalau shade yang ini cocok buatmu yang punya kulit putih atau kuning langsat. Warnanya memang love-able banget dan pas dipakai buat keseharian. Pink-pink gimana gitu, bikin eug jadi lupa waktu. APASIH!


Wardah Limited Edition Make-up Pouch!


Jujur, saya adalah cewek yang suka dengan segala macam organizer. Bahkan, saya punya tempat sendiri buat lipstik, make-up tools sampai kapas yang biasa saya bawa ke mana-mana. Jadi, saya udah nggak bisa ngomong apa-apa lagi pas dikasih make-up pouch ini sama Wardah. I just wanna say, you're so so so so so kind, Wardah!

So, itu sih kesan saya tentang acara Beauty Influencer Gathering dari Wardah. I hope, Wardah dan Wardah Solo tetap menjadi sahabat para kaum hawa di manapun mereka berada. Karena yang seperti Wardah selalu bilang, don't stop to inspiring, especially for inspiring beauty!



Dan semoga, review singkat saya mengenai produk Wardah tadi bisa mencerahkan rasa penasaran kalian, ya!

Semoga Wardah dan Wardah Solo nggak kapok mengundang saya dan Tira. Ditunggu lho undagan selanjutnya ~~~