Sunday, May 13, 2018

Rasanya Ketemu Langsung Sama Sarah Ayu di "Lacoco Launching Day"!

May 13, 2018 0 Comments

Dari kejauhan aja, kilau highlighter di pipi serta ujung hidung Sarah Ayu sudah terpancar jelas. Oh, apalah dayaku yang hanya remahan kulit ayam Olive ~~~

Heyhoooo, Netizen!


Setelah sekian abad absen nulis blog, kali ini saya udah mulai semangat lagi karena bingung mau ngapain kalau nggak nulis. Karena tahukah kalian, semenjak nikah saya malah banyak magernya. Ehe, nggak nding.

Oh ya, beda dari postingan biasanya, kali ini saya mau nulis soal brand kosmetik yang tergolong masih anget banget. Yes, Lacoco. Satu brand yang mungkin belum pernah kalian dengar sebelumnya, makanya saya hadir buat ngasih pencerahan biar kita bisa nambah wawasan sama-sama. Baiiiik, stop aja ya basa-basinya...




Lacoco sendiri merupakan brand kosmetik lokal yang mengusung tema natural di setiap produknya. Kandungan-kandungan alami seperti lidah buaya, minyak kelapa dan ekstrak buah-buahan mendominasi produksi dari produk Lacoco ini.
source: @lacoco.id

Jadi, sekitar pertengahan April 2018 kemarin, saya dan teman-teman Jogja Bloggirls (JBG) berkesempatan hadir di acara launching-nya Lacoco dengan tema acara, "Lacoco Launching Day". Seru, sesuai ekspektasi awal saya dan teman-teman JBG. Karena yes selain bisa julid bareng, di sana kami juga beruntung bisa ketemu sama beauty influencer cakep, Sarah Ayu dan Dokter Boy Abidin, praktisi kesehatan yang udah bapak-bapak tapi aura gantengnya tetep terpancar.

source: lacoco.co.id

Jujur setelah balik dari acara Lacoco Launching Day, saya langsung kepoin IG Dokter Boy sembari berbisik dalam hati, "apakah ini yang dinamakan ngefans pada pandangan pertama?", lalu baru ingat kalau saya udah berstatus istri orang.

Skip, abaikan.

Jadi, di sana Sarah Ayu dan Dokter Boy banyak menjelaskan soal seluk-beluk kecantikan yang mungkin udah akrab sama kita, tapi jarang banget disadari. Misalnya, ternyata ada beberapa langkah yang harus kita lakukan sebelum nempa muka pakai make-up, yakni rajin mengaplikasikan serum atau essence supaya nggak gampang breakout. Ini sih poin paling penting yang Sarah Ayu sampaiin di sana. Dan ya, makin ngefans sama Mbak satu ini karena knowledge dia soal dunia beauty terbilang lumayan.



Nah, beda lagi sama Dokter Boy yang lebih fokus ngejelasin soal menjaga kecantikan lewat kebersihan organ kewanitaan. Unik sih materinya, karena peserta di Lacoco Launching Day nggak cuma ABG kayak saya dan teman-teman JBG, tapi ibu-ibu yang udah masuk usia 40 tahun'an. Lagi-lagi, dapat ilmu baru soal menjaga kecantikan yang ternyata bisa lewat berbagai macam cara.
Biar adil, kita yang diundang nggak cuma dikasih materi aja, tapi product knowledge dan sampel gratis dari Lacoco. Oh ya, btw Lacoco ini ada di satu PT bareng teman-temannya yang lain, yaitu Cos-vie dan Looke Cosmetics, yaitu PT. Natural Nusantara.
Lalu... apa sih yang saya dapat dari event ini? Kayak yang udah saya bocorin di IG story beberapa minggu lalu, saya dapat dua produk yang bener-bener lagi saya butuhin. Yup, ada Lacoco Aloe Soothing Mist sama Lacoco Watermelon Glow Mask. 


Saya udah nyobain Lacoco Aloe Vera Soothing Mist-nya dna ternyata emang ENAAAAAAAK BANGET! Di foto ini kelihatan kalau dia udah nggak penuh lagi karena saya pakai tiap hari buat cleanser, toner sama face spray :") Saking enaknya, Gusti ~~~
Jadi buat yang belum tahu, Lacoco Aloe Vera Soothing Mist ini punya 3 fungsi sekaligus. Dia bisa jadi toner, face cleansing pakai kapas sama face spray! Jadi harga 230.000 nggak akan sia-sia buat beli produk yang super duper ajaib ini. Oh ya, ini cocok buat semua jenis kulit, termasuk yang acne prone sekalipun.
Kalau Lacoco Watermelon Glow Mask-nya, ini adalah masker yang bisa kamu pakai tidur sampai pagi. Ya, bahasa gampangnya sleeping mask gitu... Ini ampuh buat kulit muka yang banyak bintik sama kusam. Ya sesuai namanya, glow mask ~ 
Secara prinsip, kedua produk ini memang cocok banget buat kulit tropis yang oily-acne prone. Jadi, rezeki anak sholeha emang nggak ke mana, ya?



BACA JUGA, #REKOMENDASI Skin Care dari Brand Lokal yang Bikin Kulitmu Glowing dan Bebas Jerawat




Tapi selain kedua produk yang saya dapat tadi, Lacoco masih punya beberapa produk andalan lain, lho. Di antaranya, Ultimate Golden Swallow Facial Foam, Intesive Treatment Eye Serum, Hydrating Divine Essence, Bust Fit Concentrate Serum dan Amazonian Charcoal Glow Mask.




source: lacoco.co.id

Namun sayang beribu sayang, sampai acara selesai saya nggak bisa foto bareng Sarah Ayu atau Dokter Boy karena banyak yang antri. Padahal you know, dari rumah saya udah nyiapin amunisi buat salim sama beauty influencer kesayangan, Sarah Ayu. Sediiiiiih, deh!

But overall, thank you banget ya Lacoco dan PT. Natural Nusantara yang udah berbaik hati ngasih saya kesempatan buat hadir di acara luar biasa ini. Plus, sering-sering ya bikin acara yang bisa nambah pengetahuan soal kecantikan gini, supaya masa muda saya berfaedah dan nggak melulu julid-in orang. Thanks, sekali lagi :)


Buat yang penasaran sama produk-produk Lacoco yang lain, silahkan kepoin di sini, ya...


website: lacoco.co.id

social media: Instagram @lacoco.id

Tuesday, March 6, 2018

#MarriageLife Part I "He Is My Favorite Enemy"

March 06, 2018 0 Comments


Kenal dan memahami Mas Fajar itu nggak gampang. Dia bukan tipe pria romantis. Jangankan diberi voucher belanja, chat beberapa jam yang dia balas saja udah bisa bikin saya bahagia :) But Fajar is Fajar, he is my favorite enemy, ever...

Buat saya, mengenal pria yang nantinya bisa benar-benar klik memang butuh waktu cukup lama. Terlebih kalau kita berasal dari latar belakang dan kesenangan terhadap sesuatu yang jauh berbeda. Ya, ini yang saya alami sampai sekarang bersama suami tergila, Fajar Agung Setiawan.

Kurang lebih 3 bulan menikah adalah hal paling menantang di hidup saya. Saya yang gampang banget mengalami mood swing harus 12 jam lebih bersama orang super "straight" dan nggak suka basa-basi. Rasanya gimana? Ya nggak gimana-gimana sebenarnya, tapi saya jadi banyak belajar kalau menyikapi hidup nggak bisa dengan uring-uringan apalagi nangis bombay. Percayalah, saya ini CENGENG BANGET!


Anyway, why i called him as my favorite enemy?

Bisa dibilang, Fajar ini pria paling masuk akal yang pernah saya kenal. Semua yang dia bilang ke saya rasanya seperti mantra, serius, saya nggak bisa nolak atau berkata "nggak"! Atau jangan-jangan dia ini jelmaan Romy Raffael yang bisa hipnotis? Bukan deh kayaknya. Cuma, saya rasa Fajar ini sosok pria yang pintar bergelut dengan logika, sedangkan saya baperan luar biasa.

Belum lagi, dia adalah sosok suami yang penyabar. Ini bukan pujian, karena saya tahu usia pernikahan saya masih sebiji jagung banget! Karena faktanya, saya yang sekarang lagi picky banget soal makanan hampir setiap hari seleranya berubah-ubah. Doi sih apa-apa suka, jadi tenang-tenang aja. Tapi Ya Allah, nggak nyangka kalau dia akan memahami sampai sebegitunya.


"Yowes nggak apa-apa nek nggak doyan. Besok kalau pas berangkat ngantor, beli makanan dulu di luar. Eh, beli Yamie Panda tiap hari juga nggak apa-apa. Pokoke ojo ngasi lemes. Dieling-eling tenan!"

Tapi walaupun suka sweet gitu, suami saya tetap sosok yang paling menyebalkan. Dia tetap pria yang selalu lupa naruh handuk di tempat semestinya. Pun kalau pulang kerja dan kecapekan, mandi cuma jadi mitos belaka. Ya, saya rasa semua perempuan akan sebel sih sama rutinitas yang begini. Ehe.

Belum lagi, dia hobi banget nonton YouTube pakai keyword "the funniest animal" dan itu hampir tiap malam berlanjut dengan ngekek-ngekek sendiri nggak ngajakin istrinya. Lucunya, kalau kuota internet habis, dia malah bilang, "pasti kamu main Instagram pakai HP-ku, ya?". OMG, aku kudu pie, Mas?


Banyak teman Mas Fajar yang bilang kalau dia beruntung punya saya. Tapi jujur, faktanya justru sebaliknya.

Sebelum menikah, kami adalah sepasang alay yang ke mana-mana selalu bareng. Kami berdua memang tipe yang nggak bisa LDR'an walaupun kalau bareng durasi berantemnya lebih banyak. Dulu, saya yang lebih banyak diajak ke kumpul-kumpul bareng teman-temannya Mas Fajar, jadi nggak heran kalau mereka sering bilang, "Fajar emang raiso nek ora karo Silvi. Koe ojo ngasi bosen yo, Vi!".

Berangkat dari kebiasaan itu, hampir semua teman Mas Fajar bilang kalau dia beruntung punya saya, walaupun entah apa alasannya. Dari situ saya bangga, pada awalnya. Tapi lama-lama, JUSTRU SAYA yang paling beruntung bisa hidup berdua dengan pria super sabar, periang dan nggak gampang ngeluh kayak Mas Fajar. Sekali lagi ini bukan pujian, ya. Ehe.


Untung dia bukan orang yang suka baca, jadi nggak bakal ke-GR'an pas lihat tulisan ini.

Once again, semua guyonan receh dia telah berhasil membuat saya selalu pulang kerja lebih awal. Bunyi kentutnya yang nggak kenceng tapi nggak kecil juga sukses bikin saya kangen setiap waktu. Plus, telur ceplok gosong bikinan dia yang bikin saya mau nggak mau harus bangun pagi-pagi. 

Sekian dulu cerita nggak penting tentang #MarriageLife versi saya, ya. Saya sih pengennya kayak tulisan berseri gitu, biar lebih gampang dan nggak capek bacanya. Saya harap kalian nggak eneg ya pas baca ini. Plis, saya tunggu masukannya! :)

Friday, January 12, 2018

Mereka Bilang, Kerjaan Saya Ini Khayalan dan Nggak Jelas

January 12, 2018 10 Comments

"Lo kerja di mana sih? Jadi wartawan? Terus, nama koran atau majalahnya apa?"

"Hah, kerja online? Maksudnya gimana? Lah kalo gitu, duitnya darimana?"

Assalamualaikum, netizen...

Yihaaa, akhirnya saya punya nyali lagi buat nulis soal keresahan sehari-hari. Bukan, bukannya sebelumnya nggak berani, cuma emang takut dibilang "omong kosong" aja kalau nulis keresahan, tapi orang lain nggak mudeng maksudnya. Hehe.

Btw, judulnya agak serem nggak sih? Ada kata "khayalan" yang seolah-olah itu berhubungan sama alam ghaib atau alien di suatu planet. Eits, bukan. Faktanya emang beneran, pernah ada yang bilang kalau kerjaan yang lagi saya jalani ini cuma ngarang dan berkhayal. Cedih, tapi ya mau gimana lagi. Ya nggak?

Bicara soal kerjaan yang sebagian besar waktunya dihadapkan pada Google Analytics dan laptop, emang nggak semua orang bisa "menerimanya" dengan semerta-merta. Ada yang nggak bisa ngerti bahwa hal semacam ini pun bisa menghasilkan uang, teman bahkan pacar. Misalnya, Tinder. Oke, lupakan.

Bahkan, saya pernah ditanya sama seseorang soal "kamu kerja di mana, gajinya berapa?" belum lama ini. Seketika saya jawab, 

"Saya kerja di majalah, jadi penulis"

I think, jawaban ini bisa menyudahi obrolan ini. Tapiiiiiiii,

"Lho, majalah? Majalah apa? Nova, Femina atau apa?"

"Hehehe, bukan, majalah online, majalah yang nggak ada cetakannya..."

"Eh gimana maksudnya? Kok gitu? Jadi majalahnya gimana kalau nggak dicetak?"

"Ennnnnggggggggggg..."

Terlepas dari obrolan yang bisa panjang banget kalau saya tuliskan di sini, hal semacam ini lama-lama ternyata bikin jengah juga. Rasanya pengen bilang, 

"Hellaaaaaaaaaw, sekarang udah ada ayam geprek mozarella lhoooooo, bukan cuma yang ditumbuk pake cabe sama bawang putih. Zaman udah berkembang, Sob!"

Hehehe, nggak marah kok nggak. Lagipula, unik ya kalau di luaran sana udah banyak banget orang-orang hebat dengan latar belakang pekerjaan "nggak jelas" tapi nyatanya hidupnya adem-ayem. Lihat aja Arief Muhammad, Rachel Goddard atau kawan-kawannya yang super duper kece walau nggak kerja pakai seragam.

"Yaiyalah, Sil. Kerja itu ya datang pagi pulang sore, pakai seragam, sepatu pantofel plus nenteng tas kulit keren ke mana-mana!"

I totally agree with that... beberapa tahun yang lalu.

Sekarang, saya mikir malah sebaliknya. Banyak orang yang sejak lama mendambakan kerja tanpa terikat dan seragam ketat, tapi tetap bisa mengisi rekening tiap bulannya. Banyak pula yang memimpikan, bisa beli mobil atau rumah, padahal kerjaannya cuma foto-foto atau jalan-jalan. See? Siapa yang nggak pengen?

Tapi, kalau hal satu ini dikaitkan sama kalimat,

"Lho, berarti ntar lo nggak punya portofolio dong kalau kerjanya cuma gitu doang?"

Hehe, tak ngguyu sek oleh, ra?

Portofolio sih setahu saya bukan hal formal yang harus disiapkan sedari lama. Kita nggak bakal tahu tren seperti apa yang sedang perusahaan atau pihak HRD cari, misalnya di era digital ini. Lagipula, kalau kita kerja di industri kreatif dan sudah berpengalaman, siapa sih yang nggak tertarik buat rekrut kita? Poinnya, ide-ide kita-lah yang akan dipakai karena ini tolok ukur, SEBERAPA BERHARGANYA KITA.

Saya nggak bilang kalau kerjaan saya sekarang itu paling keren lho, ya. Saya hanya ingin secara simpel meluruskan, bahwa semua pekerjaan (khususnya di zaman sekarang) itu bermacam-macam. STOP bilang kalau, "kerjaan lo kan nggak jelas!" sama orang yang udah nyaman sama kehidupannya sekarang.

Toh, saya sudah mulai menikmati pekerjaan "nggak jelas" saya sekarang. Banyak orang-orang dengan pikiran positif (walau banyak joroknya) dan inovatif di tempat saya bernaung sekarang. Meski mungkin gajinya nggak fantastis, yang penting saya nyaman dan merasa aman. 

Bahkan, saya nggak dimarahi ketika ke kantor hanya pakai sendal jepit dan celana tidur, lalu langsung makan siang sambil ketawa terbahak-bahak.

Akhir kata, saya cuma mau menyampaikan, maaf-maaf kalau tulisannya terlalu singkat dan terkesan membabi buta, ya. Tujuannya sih supaya beban ini sedikit berkurang, karena tahu sendiri dong pikiran udah mulai "bunek" di pertengahan bulan? Hehehe, emak-emak pasti paham nih soal ini.

Caiyoooooo buat teman-teman yang pernah ditanya soal gaweannya apa tapi bingung jawabnya gimana!!! Semoga kelak, kita bisa membuktikan bahwa dunia ini luas, sehingga terlalu naif kalau hanya diisi orang-orang penuh penilaian.

Wassalam :)

Saturday, December 30, 2017

[HONEST REVIEW] Jatuh Cinta Sama Peeling dan Serum dari V10!

December 30, 2017 0 Comments

Holla, Sahabat Karib!

#JanganNgakuNgakuSahabatanLo!

Seperti judulnya, kali ini saya ingin me-review salah satu produk yang mungkin masih jarang kalian denger, tapi nyatanya endolita banget pas dipakai. Yup, V10! Produk ini mulai merangkak naik karena bentuk, fungsi dan cara kerjanya yang super unik, pun cocok buat semua jenis kulit. Dan lagi, harganya di bawah 100.000 untuk beberapa sachet produknya.

Langsung aja, saya dapat dua produk dari V10 kemarin. Satunya ada V10 Water Based Peeling, dan satunya lagi V10 SerumsOMG, dari namanya aja udah menggiurkan dan kebayang gimana sensasinya di kulit nanti, ya?

Ok, so let's move-on to the review!

REVIEW JUJUR-V10 WATER BASED PEELING

Sesuai namanya, peeling dari V10 ini berbahan dasar air dan sama sekali NGGAK BERBAU! Kesan pertama tadi makin memberanikan saya untuk sesegera mungkin nyobain peeling ini. Seriously, kalian nggak akan percaya kalau peeling yang teksturnya cair (tapi nggak cair-cair banget kayak air, lebih ke tengah-tengah) ini bisa mengangkat sel kulit mati dalam hitungan detik!

APA SIH BEDANYA V10 WATER BASED PEELING SAMA PEELING FACE YANG LAIN?

1. Peeling ini water based, AMAN & NYAMAN banget buat semua jenis kulit
2. Pas dipakai, dia nggak kasar, malah sebaliknya
3. Terbuat dari EKSTRAK BERAS dan RUMPUT LAUT
4. Dapat penghargaan di skala Internasional

Nah, kalau kalian mau tahu, ini nih bentuk peeling wajah yang biasa (bukan water based)...

http://www.theblushingmaiden.co.za/review-palmers-gentle-exfoliating-facial-scrub/

PACKAGING

The one thing yang ngebuat saya langsung suka sama produk ini adalah keberaniannya untuk pakai kemasan plastik. As we know kalau kemasan skin care zaman sekarang berlomba-lomba untuk menampilkan kesan "hebring" atau ala-ala princess gitu buat menarik perhatian. Tapi, saya nggak tahu deh kenapa V10 ini berani ngambil risiko, yang pada akhirnya BIKIN SAYA JATUH HATI!

Meski begitu, kalian jangan underestimate dulu karena plastik yang dipakai ini sudah sesuai standar; tebal, nggak gampang sobek & melindungi isi produk.

Nih, unik banget, YHA?!


AROMA & TEKSTUR



Hal terpenting ketika memilih skin care adalah jeli memperhatikan aroma dan teksturnya. Hal ini saya praktikkan semenjak aktif ngeblog dan baca-baca review dari beauty blogger yang lebih pro. Why? Karena ternyata, semakin menyengat bau sebuah skin care, makin banyak pula kandungan kimiawinya. Ewh, apaan banget kalau begini?

And for sure, V10 Water Based Peeling ini punya aroma yang sama sekali nggak nyengat dan tekstur yang lembut. Mungkin karena bahan dasarnya air kali, ya?

MANFAATNYA BUAT KULIT

Udah menjadi rahasia umum kalau peeling itu banyak banget fungsinya buat kulit wajah. Dari mulai mengangkat sel-sel kulit mati, mencegah kekusaman, menormalkan pH kulit dan sebainya. Nah, V10 Water Based Peeling ini pun begitu, tapi si doi punya 9 fungsi yang kesemuanya EPIQUE banget! (bisa dibaca ya di gambar, haha...)

HARGA (?)

Untuk 10 sachet V10 Water Based Peeling, kalian cukup membayar Rp. 45.000,- aja, lho! Tenang, ini sesuai sama manfaat yang bakal didapat!

"LALU, APA EFEKNYA DI KULITMU?"

Kalau saya baca di kemasannya, peeling ini idealnya dipakai selama 10 hari untuk kemudian bisa kelihatan hasilnya. Nah, saya udah nyoba, malah selama 11 hari kalau nggak salah. Sooo, ini dia hasilnya pas saya pakai di kulit saya:

1. Lebih halus & kenyal, apalagi pakainya sewaktu mau tidur
2. Jerawat kecil mulai memudar, meski nggak hilang semuanya
3. Kulit kusam di sekitar mata mulai pudar, sumpah ini the best banget!

REVIEW JUJUR-V10 SERUMS

Sebelum ke review-nya, saya mau share dulu serum dari V10 apa saja yang saya dapat, ini nih...




1. Kuning (Vitamin C Serum, for Acne & Big Pore Skin)

Jadi hebatnya si V10 Serums ini memang nggak ada duanya. Dia sangat-sangat memahami apapun jenis kulitmu, terutama untuk kulit oily khas Indonesia. Kayak saya nih, yang sengaja milih warna kuning karena bisa pelan-pelan mengatasi jerawat dan mengecilkan pori.

2. Biru (Licorice Serum, for Healing Iritation and Redness Skin)

Siapa sih yang suka sama iritasi dan peradangan kulit karena jerawat? Hisssh! Ini sama nyebelinnya kayak kamu udah move-on dari mantan, eeeh malah dia ngajak balikan. Lho, kok jadi curcol, ya?

Anyway, serum warna biru dari V10 ini fungsinya buat meredakan kemerahan atau peradangan jerawat, sun burn dan sebagainya. So, cucok lah!

3. Merah (Pycnogenol, Good for Supply Antioksidant)

Nah, kalau yang warna merah ini bagus banget buat antioksidan atau antibodi kulit wajah. Kurang lebih sih buat yang kulitnya sensitif atau rentan jerawatan, serum warna merah ini cocok banget karena bisa mencegah bahkan mengusir jerawat selamanya!

So, let's move-on to the review!

Kalau tadi ngebahas soal peeling face-nya V10, yuk yuk yuk sekarang bahas soal V10 SERUMS yang nggak kalah kece! Serum ini unik, karena terdiri dari buanyaaaaak varian dan bisa menyesuaikan jenis kulit. Misalnya, saya yang kulitnya oily bisa tuh pesen yang rangkaiannya sesuai, biar nggak salah perawatan. Asyique, ya?

Konsep unik dan belum dipraktikkan sama brand lain ini menurut saya patut diacungi jempol. Apalagi, jenis kulit masing-masing orang itu beda-beda banget kan, ya? Hmmm, tapi apakah dengan perbedaan kita tidak bisa bersatu? #EfekKebanyakanNgelem!

Oke, langsung aja yuk ke review-nya!

PACKAGING

Mirip banget sama V10 Water Based Peeling, kemasan V10 Serums ini juga super unik. Cuma bedanya, dia ada banyak warna menyesuaikan kandungan dan fungsinya buat kulit. Percaya deh, kalian bakal amaze banget sama konsep "perbedaan warna" dari V10 ini!

AROMA & TEKSTUR

Lagi-lagi, saya dibuat jatuh cinta sama produk V10! Ya, meski judulnya adalah serum, dia sama sekali nggak encer atau bikin kulit jadi makin minyakan. Teksturnya bener-bener pas dan langsung menyerap di kulit.

Cuma kalau untuk aromanya, V10 Serums ini agak menyengat (tapi nggak kebangetan, kok) untuk ukuran saya. I don't know, mungkin karena ada kandungan khusus kali, ya?

MANFAATNYA BUAT KULIT

Secara berkala, V10 Serums ini akan memberikan beberapa efek setelah 10 hari pemakaian. Kurang lebih, ini nih manfaatnya!

1. Mengembalikan kondisi kulit akibat efek buruk make-up atau skin care
2. Mencerahkan kulit secara bertahap
3. Menutrisi dan melembabkan kulit wajah
4. Menghambat penuaan dini dan kekusaman kulit wajah
5. Meredakan peradangan dan meminimalisir iritasi kulit

Tuh, ajaib kan?

HARGA (?)

Untuk sepaket serum yang berisi 10 sachet ini, harganya Rp. 150.000,- dan ini worth it demi kulit yang lebih "anteng" dan ternutrisi!

Overall, saya nggak begitu merasakan efek apa-apa di kulit setelah pakai serum ini. But, saya jadi ketagihan nyoba karena bikin kulit makin kenyal dan lembut, bahkan saya baru 7 hari coba. Hmmm, good job, V10 Serums!

*******
Nah, itu tadi review jujur saya mengenai V10 Water Based Peeling dan V10 Serums. Semoga membantu, terutama buatmu yang lagi bingung cari produk skin care apa yang aman dan nyaman buat dipakai jangka panjang.

Thanks for reading, sedulur!

Buat tahu lebih banyak soal produk dan harganya, sila cek di website dan sosial media V10 di bawah ini, ya!

Instagram: @v10plus_indonesia
Twitter: @v10plusina

Monday, December 18, 2017

Grand Launching Ozora Skincare & Why You Should Try Their Products!

December 18, 2017 1 Comments
Holla, para manusia kekinian!

Cieeee, kangen ya sama tulisan saya? #KepedeanLoAmpasTahu! Iya nih, kemarin sempat absen sekitar 2 mingguan karena lagi prepare sesuatu. Am so sorry, ya…

As you can see from the title, kali ini saya mau bahas soal produk skin care yang tergolong masih baru, yaitu Ozora Skincare. Bukan, ini bukan brand Jepang, melainkan produksi lokal yang berani mendobrak pasar dengan konsep alami sesuai tagline-nya, “pure by nature”.

Yup, tahu sendiri kan kalau segala sesuatu yang berbau alami itu pasti lebih banyak dilirik di bandingkan yang nggak. Nah, di tulisan ini saya nggak mau secara detail me-rivew produknya, melainkan first impression dan alasan kenapa kalian harus coba juga produk dari Ozora Skincare ini. 

Yuk, baca seksama sambil ngemilin batako! (ala-ala Lambe Turah).

Grand launching Ozora Skincare



Diadakan di Kunena Eatery, Jogja, grand launching Ozora Skincare dihadiri oleh para beauty blogger, vlogger dan influencer. Seru deh, yang datang cantik-cantik dan fresh abis. Seperti biasanya, saya minder deh jadinya. Ehe.

Acara dimulai sekitar jam 11'an siang dengan diawali beauty demo oleh Mas Gandring, MUA lokal Jogja. Tentunya, beauty demo ini memakai beberapa produk dari Ozora kayak skin freshener-nya. Melongo deh waktu liat beauty demo-nya, si MUA jago dan luwes banget dandanin orang. Sungguh iri.



Sambil terus ngiler karena makanan dari mbak-mbak Kunena yang udah ada di meja sejak tadi, saya fokus mendengarkan MC dan keterangan dari Mbak Putri (owner Ozora) tentang produk-produknya. Meski belum banyak, ternyata produk Ozora ini udah cukup memenuhi kebutuhan kulit khas Indonesia yang oily dan acne prone, lho. 

Dalam rangkaiannya, grand launching Ozora Skincare ini juga mendatangkan Mbak Tata, salah satu pemberi testimoni yang sudah membuktikan kalau produk Ozora benar-benar bagus. Kita-kita juga diputarkan video perjalanan Mbak Tata sampai sembuh dari jerawat meradang berkat rangkaian produk Ozora. Great concept, Ozora!


Well, supaya makin afdol, kita-kita yang datang ke sana juga dipersilahkan untuk nyicipin produk Ozora, dilanjutkan dengan foto-foto bersama. Sekali lagi, saya selalu excited tiap ada event yang bisa berkesempatan ketemu sama teman-teman beauty enthusiast. Thanks ya Ozora!



First impression produk-produk Ozora Skincare

Packaging



I just wanna say, I LOVE THE PACKAGING SO MUCH! Kenapa saya bisa sampai lebay gini? Ya, dilihat dari luarnya aja, kemasan produk Ozora benar-benar terlihat rapi dan eksklusif. Nggak terlalu banyak warna, tapi oke banget buat dibawa dan dipamerin ke mana-mana. Bukan cuma dusnya aja, produknya juga punya kemasan yang cukup kokoh dan tahan banting. Dan yang paling penting, they're so handy dan nggak makan tempat kalau dibawa traveling!

Plus, bahan-bahan yang dipakai Ozora ini 90% import dan pastinya alami.

Products detail

Ozora's Day Cream (15gr, 155.000)


Agak berbeda seperti krim siang pada umumnya, day cream dari Ozora ini punya kemasan pump yang unik. Tentunya, kemasan kayak gini nggak bikin si krim gampang tumpah atau tercecer di mana-mana.

Kalau dari teksturnya, krim siang ini nggak terlalu pekat atau encer, dia di tengah-tengah gitu. Tapi agak butuh "tenaga" waktu pengaplikasiannya, karena penyerapannya not so good. But overall, krim siang ini bisa melindungi kulitmu dari sinar UV dan radikal bebas.

Ozora's Night Cream (15gr, 145.000)


Si kecil nan imut dengan segudang manfaat ini layak jadi night routine-mu selanjutnya. Walaupun pas dipakai, krim ini agak lengket, tapi nggak bikin muka berminyak lho pas paginya. Ya, untuk ukuran krim malam, Ozora Night Cream ini saya kasih nilai 75 dari 100.

Ozora's Foaming Gel (100ml, 70.000)




Sabun pencuci muka berbentuk gel ini adalah salah satu favorit saya dari rangkaian Ozora Skincare. Alasannya adalah, saya memang selalu jatuh cinta sama facial foam yang baunya nggak terlalu wangi dan lembut pas dipakai. Setelahnya, sabun cuci muka ini pun nggak terlalu bikin kesat apalagi kering. Cucok lah ini buat semua jenis kulit, terutama yang berminyak.

Ozora's Skin Freshener (100ml, 70.000)


This one is my favooooo! Belum banyak lho brand skin care lokal yang "berani" mengeluarkan face spray kayak Ozora ini. I don't know why, mungkin ingredients-nya yang mahal atau susah didapat. But Ozora, you can deal with this risk!

Oh ya, face spray ini paling ideal dipakai saat muka kita dalam keadaan bersih atau setelah make-up, ya. Jangan pas lagi keringetan atau baru kena debu, eh main semprot aja! Remember, skin care apapun akan menyerap dengan sempurna saat mukamu bersih dari dosa-dosa. Ehe.

Fungsi dari Ozora's Skin Freshener ini juga bejibun, di antaranya:

1. Membuat kulit wajah segar seketika
2. Mengecilkan pori-pori
3. Mengurangi produksi minyak
4. Mengawetkan make-up atau setting spray

Aroma

Untuk skin freshener dan foaming gel-nya, saya kasih nilai 95 dari 100. Tapi, nggak tahu kenapa, saya kurang suka sama aroma krim siang dan malamnya. Ya, walaupun teksturnya cukup oke, aromanya cukup "strong" meski nggak sampai nusuk hidung. Ya, kesannya kayak kimiawi banget gitu. 

Price

Dari segi harga, produk-produk Ozora ini agak sedikit mahal, ya. Ya gimana nggak, Ozora memakai bahan-bahan pilihan yang 90% import dan pastinya super natural. So, buatmu yang masih "nodong" ortu buat uang saku bulanan, kayaknya tunggu sampai dapat kerja dulu, ya. Eh tapi, rangkaian skin care ini bisa awet sampai 2 bulan deh kayaknya, jadi ya cukup cincai juga lah!

Overall, saya suka sama konsep natural yang diusung Ozora. Seolah menambah deretan skin care dengan harga terjangkau, namun aman dan cocok buat jenis kulit perempuan-perempuan Indonesia.

Nah, biar lebih tahu soal produk-produk dari Ozora Skincare ini, kepoin aja di Instagram-nya di sini, ya. Free konsultasi dan buktikan kalau produk-produk lokal juga nggak kalah sama yang dari luar negeri!


Monday, November 6, 2017

Tak Selalu, Kami Berdandan Hanya Demi Menyita Perhatianmu

November 06, 2017 4 Comments

"Berdandan bagai candu. Jika tak bersua sehari saja, rasanya sungguh rindu."

Hai, dandan lovers!

Semoga kalimat pembuka tadi nggak langsung menohok dan bikin syok, ya... Saya lagi pengen aja nih bikin tulisan yang agak-agak centil tapi dikemas sedemikian rupa supaya nggak ngetarani banget. Hahaha!

Jadi gini...

Ada anggapan bahwa fenomena make-up di era modern ini semakin aneh saja. Bahkan ada cowok yang nyeletuk, "Bedanya foundation sama BB cream tuh apaan sih? Bukannya sama aja? Dasar kalian para cewek boros!". Tanpa mereka tahu, kalau itu jelas beda fungsi dan kandungannya.

Anyway, hal ini lumrah dan pasti sering banget cewek-cewek alami. Belum lagi, anggapan kalau doyan dandan itu berarti centil dan haus perhatian dari lawan jenis. Lho, siapa nih yang mulai beranggapan begini? Hayooo...

Faktanya nggak begini sih sebenarnya. Saya, atau kalian para cewek yang suka banget pas lihat diri sendiri di kaca sambil bilang dalam hati, "Ih, bulu mata gue cakep banget, ya. Cucox nih maskara!" atau "Swear deh, ini lipstik matte oke banget, buat makan aja nggak ilang!" pasti menyadari kalau tujuan dandan nggak melulu buat narik perhatian si abang. Ya nggak?

Harusnya para cowok juga jangan GR dulu sih, kalau kita beli lipstik nude terbaru itu cuma karena pengen dapat pujian. Rasanya memang susah dijelasin, ya lebih ke "nafsu" aja sama lipstik-lipstik pastel atau nude yang notabene cocok buat kulit sawo bosok, eh sawo matang khas Indonesia.

Lagi, kalau kita tahu-tahu pakai eyeliner dan agak berekor, ini semua hanya demi menyamarkan mata sipit yang sering jadi olok-olokan. 'Kan seneng tuh kalau dalam sekejap tampilan mata bisa belo mirip Ayudia Bing Slamet tanpa operasi. So, ya murni karena ini aja tujuannya.

Yang jelas, alasan kami membawa kaca kecil ke mana-mana ya juga karena ini. Karena kami bangga kalau lipstik yang dibeli dengan cara rebutan diskonan ini ternyata nggak hilang pas dipakai makan dan minum. Nggak jarang, adalah sebuah prestasi tersendiri kalau hidung kami yang minimalis ini menjadi lebih manusiawi berkat trik shading. Simpel 'kan, Mas? Yaiya, simpel banget!

Karena saya pribadi pun berpikir, bahwa perempuan memang ditakdirkan untuk menjadi sosok yang rumit. Ia mudah sekali memaafkan, tapi sangat sulit untuk menerima keadaan.

Keadaan di sini ya termasuk keadaan fisik dan mental. Bisa jadi, ditegur sedikit soal berat badan atau bekas jerawat pun merupakan mimpi buruk yang berlangsung berbulan-bulan. Nggak gampang, karena kami adalah generasi baperan!

Untuk itu, berdandan adalah salah satu cara paling murah dan mudah yang bisa dilakukan. Selain karena sama sekali nggak merepotkan orang lain, dandan menjadi ritual yang ideal dalam rangka self acceptance.

"Belum lagi, pergi ke kondangan dan bergandengan tangan denganmu, dandanan yang ayu adalah kunci supaya orang lain nggak menganggap remeh dirimu, Mas!"

Karena kami sebagai kaum hawa juga rajin memahamimu soal keterlambatan balas chat, please cukup mengerti keinginan kami yang cukup sederhana ini, yakni berdandan tanpa ada ejekan yang menyakitkan hati. 

Gitu ya, Mas? Mmmuah!

Friday, November 3, 2017

Sebulan Sebelum Menjadi Istri Orang

November 03, 2017 5 Comments


"Menikah memang tidak seindah kelihatannya. Indah, bisa jadi karena dekorasi atau busana pengantinnya saja. Di luar semua itu, gerbang menuju kepahitan hidup mulai terkuak satu per satu..."

Itulah kalimat yang terus saya yakini dalam hati, supaya jauh dari rasa congkak karena sebentar lagi berhasil menanggalkan status single.

Pemikiran saya pun sederhana, meski lebih tepatnya ini "perhelatan akbar" yang telah 24 tahun lamanya diimpi-impikan kedua orangtua. Ya, anak perempuan ayah dan ibu sebentar lagi akan dipersunting orang. Bukannya tidak mungkin, intensitas berhubungan dengan mereka pun sedikit-banyak pasti berkurang.

Tahukah kalian, menyiapkan pernikahan (sesederhana apapun) itu rumit. Menyatukan banyak kepala, dua keluarga sampai isi dompet yang tidak stabil bukanlah hal mudah.

Lebih dari sekadar sabar dan bekerja keras, menghadapi hal semacam ini butuh perenungan panjang. Bahkan, deadline pekerjaan harus rela ditinggalkan, meski risikonya dipanggil ke ruangan HRD keesokan harinya.

Apalagi saya, yang sama sekali tidak mengandalkan jasa wedding organizer atau semacamnya. Pure, semuanya diurus sendiri. Tujuannya cuma dua; lebih mantap dan bisa merasakan bagaimana susahnya mempersiapkan pernikahan sendiri.

Hingga kini, tepat sebulan sebelum dipersunting orang, saya masih tetap bertahan meski beban di kepala sudah hampir mencapai puncaknya. Saya bukan mengeluh, saya hanya mengutarakan bagaimana rasanya mempersiapkan "perhelatan akbar" yang katanya harus dipersiapkan maksimal ini.

Kadang, di sela jam istirahat kerja, saya pun berpikir satu hal yang belum pernah terbesit sebelumnya, "apakah saya benar-benar siap menjadi istri orang?"

Selanjutnya, normalkah jika saya begini? Jawaban yang mungkin terucap adalah, "wajar lah, namanya juga deg-degan mau jadi pengantin!".

Begitu juga ketika saya dan dia bertemu, obrolan kita menjadi semakin formal saja. Bahasan seputar cetakan undangan, syarat-syarat KUA, sampai perabotan rumah tangga yang akan dibeli apa saja. Lucunya, ini adalah tanda kalau saya dan dia sudah menjadi orang dewasa. Karena sebelum ini, kami adalah pasangan gila dengan obrolan ngalor-ngidul tidak jelas.

Kaget pada awalnya, tapi mampu terbiasa lama-lama. Eh satu lagi, saya dan dia juga menjadi sering bertengkar karena beda pendapat. Kalau kata orangtua, inilah ujian kemantapan sebelum sah menjadi suami-istri. Hihi, saya sambil ketawa sendiri waktu nulis kalimat ini.

Hari-hari saya pun kini diwarnai dengan telepon dari ayah dan calon mertua. Pesan untuk istirahat cukup, makan makanan sehat sampai jaga kondisi keuangan, hampir saya dengar dan terima setiap hari. Begitupun dengan dia, yang juga semakin kebal dengan kebawelan ibu dan calon mertuanya tentang hal yang sama.

Saya dan dia hanya meyakini satu hal tentang ini, cukup menganggapnya sebagai bagian dari do'a sebelum nanti benar-benar bisa pillow talk bersama.

Belum lagi, ejekan teman-teman tentang pergantian status yang sebentar lagi terjadi. Sejauh ini, ejekan yang saya terima masih positif meski ada nada-nada menyindirnya sedikit. Lucunya, banyak juga dari mereka yang menyelamati dengan kalimat, "yes, akhirnya bisa satu bed cover tanpa harus takut digerebek Pak RT!".

Yang pasti, saya tahu bahwa sebulan menjelang pernikahan bukanlah waktu yang lama. Sebentar lagi, saya tidak bisa lagi pulang larut malam karena keasyikan Wi-Fian nonton Suhay Salim di kantor. Selain itu, lapar mata di Shopee juga bukan hal gampang lagi, karena nantinya akan ada tagihan listrik, air sampai iuran sampah yang harus dipikirkan.

Kini, saya semakin sadar bahwa menjadi orang dewasa atau lebih tepatnya menjadi perempuan dewasa itu ibarat sebuah pendakian. Lelah dan ingin berhenti pastilah dirasa, tanpa ada satu orang pun yang bersedia ikut menanggungnya.

Di masa seperti ini, hanya kedewasaan kita dan keberadaan Tuhan yang bisa diandalkan. Belum lagi, kesediaan untuk bangun tengah malam demi memanjatkan pinta terbaik harus mulai rutin dilakukan.

Percayalah, menanti-nanti status menjadi pasangan halal itu mendebarkan, tapi inilah sebaik-baiknya pembelajaran yang telah Tuhan berikan. Do'akan saya, ya. Do'akan juga calon imam saya, supaya selalu dilancarkan rezekinya. ^^

Tuesday, October 31, 2017

Tumpas Minyak dan Jerawat dengan Naavagreen Facial Wash!

October 31, 2017 5 Comments
Punya kulit berminyak dan jerawatan memang super nyebelin, ngalahin nyebelinnya pas beli sepatu di online shop dan kekecilan. Yup, permasalahan paling umum yang dialami cewek-cewek di Indonesia ini seringkali membuat penderitanya rentan muring-muring dan minder buat keuar rumah. 

Jangankan buat ketemu gebetan, keluar sebentar buat beli terasi di warung tetangga aja magernya minta ampun. Ah, malah jadi curhat. Hehe.

Beruntungnya, saya dapat beberapa informasi soal sabun pencuci muka alias facial wash yang katanya bagus buat handle dua masalah tadi. Selain saya rajin nanya-nanya, saya pun browsing yang nggak mengandung terlalu banyak bahan kimia. Ngeri aja sih, bahaya dan efek jangka panjangnya bikin merinding.

Laluuuuu, saya jatuhkan pilihan ke Naavagreen Facial Wash, selain saya juga pakai sabun muka lain buat selang-seling. Bukannya berniat ganti-ganti, saya cuma pengen "ngetes" kulit saya, sebetulnya butuh facial wash yang kayak apa.

First impression



Singkat cerita, saya udah sekitar 13 harian pakai ini produk. Nggak ada efek macam-macam sih selain lebih halus dan lembut persis pantat Katy Perry, eh pantat bayi. Serius, facial wash ini juga nggak bikin kering setelah pakai, terutama buat muka yang rentan minyak dan jerawatan.

Entah kenapa sabun cuci muka ini lebih enak dipakai pas malam mau tidur, daripada pagi hari. Mungkin karena dia ngasih efek lembab dan cocok buat rileksasi sebelum tidur kali, ya? I don't know, tapi just enak aja.

Tekstur




Berbeda sama facial wash lainnya, Naavagreen Facial Wash ini bening dan berada di tengah-tengah antara kental dan encer. You know what i mean lah, ya. Haha!

Jadi pas di-apply ke muka, sabun satu ini pelan-pelan gitu keluar busanya. Nggak lebay dan terlalu wangi, karena FYI, kandungan parfum atau fragrance yang terlalu banyak di skin care itu KURANG BAIK buat kondisi kulit.




Cara nggosoknya pun pelan-pelan aja, supaya kandungan-kandungan baik di produk ini menyerap dengan baik tanpa sisa. Setelah dibilas, cukup dilap pakai handuk dan ditepuk-tepuk perlahan.

Ingredients




Seperti yang biasa saya tulis di-review sebelumnya, memilih produk perawatan wajah itu bukan dari seberapa mahalnya, tapi KOMPOSISI atau INGREDIENTS-nya! Ibaratnya, percuma aja mahal, tapi kalau di dalamnya mengandung boraks. Eh maap, ini muka ya sist, bukan bakso. Minta dihajar banget, ya? 

Lanjut...

Ya jadi, Naavagreen Facial Wash ini menggunakan Aqua atau air di urutan pertama pada komposisinya. Yang artinya, sabun pencuci muka ini mengandung lebih banyak air di banding bahan kimia lain yang berbahaya buat kulit muka.

Nggak lupa, saya pun makin jatuh cinta karena kandungan Glycerin di dalamnya. Di-review sebelumnya tentang Toner Naavagreen pun saya menuliskan, kalau si Glycerin ini BAGUS BANGET buat melembabkan sekaligus menghaluskan kulit muka. So, ini aman!

Untuk urusan ada Parabennya, belum ada sih penelitian yang bilang kalau kandungan ini bisa secara langsung merusak atau bahkan memperparah kondisi muka. Asal kamu memakainya dengan bijak, kandungan Paraben ini nggak akan berpengaruh apa-apa kok ke kulitmu.

Packaging dan tampilan



Setiap kali memilih produk, saya selalu mengutamakan ukuran setelah naksir sama warnanya. Yup, Naavagreen Facial Wash ini handy banget dan bisa dimasukin ke tas, even itu tas tenteng yang ukurannya kecil. Jadi, dibawa ngantor atau traveling pun nggak menuh-menuhin.

Dengan (masih) mengusung warna hijau dan putih, kemasan produk Naavagreen yang satu ini seperti menyuarakan "kembali ke alam atau yang natural". Love it so much lah!

Harga

Nggak sampai 20.000, saya rasa sabun pencuci muka ini layak lah buat dinobatkan sebagai salah satu primadona facial wash! Gimana nggak? Dengan tekstur dan efek ke muka yang perlahan tapi pasti, harga segitu mah "kecil" banget buat dijangkau. Jadi buat Naavagreen, tetap pertahankan harga murah dan produk yang berkualitasnya, ya!

Efeknya setelah 13 hari pemakaian



Kulit muka jauh lebih lembab dan lembut adalah dua kesan yang saya dapatkan. Nggak ada perubahan siginifikan sih buat muka berminyak dan bekas jerawat, tapi at least muka saya jadi lebih "tenang" di banding sebelumnya.

Mungkin saya harus pakai ini sekitar beberapa bulan dulu baru kerasa gimana efeknya ke jerawat dan kawan-kawannya. Oke, i'll try this product buat beberapa bulan ke depan!

Overall, Naavagreen Facial Wash ini bagus buat kondisi muka yang normal sampai sensitif sekalipun. Asal diimbangi dengan pola hidup sehat dan bersih, yakin deh kulit mukamu akan membaik dengan perlahan namun pasti. Psssst, pakai Naavagreen Skin Toner juga biar lebih maksimal!

Update informasi soal produk-produk dan promo Naavagreen di Instagramnya di sini, ya!